UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Anak-Anak Korban Perang Narkoba di Filipina Berdoa Rosario untuk Perdamaian Dunia

Oktober 17, 2018

Anak-Anak Korban Perang Narkoba di Filipina Berdoa Rosario untuk Perdamaian Dunia

Anak-anak memegang sebuah “Rosario yang Hidup” di Propinsi Cebu di Filipina bagian tengah sebagai bagian dari Bulan Rosario yang dirayakan setiap bulan Oktober. (Foto: Victor Kintanar)

Anak-anak dari para korban perang melawan narkoba di Filipina akan ikut serta dalam kampanye global “Sejuta Anak Berdoa Rosario” untuk perdamaian dunia yang akan digelar pada Kamis (18/10).

Menurut Aid to the Church in Need atau sebuah lembaga karya amal Katolik internasional, sedikitnya 1.200 paroki dan 700 sekolah Katolik dari 41 keuskupan di negara itu juga akan berpartisipasi dalam kampanye doa tersebut.

Di negara itu sendiri, penekanannya adalah doa yang dipimpin oleh anak-anak yatim piatu dari para korban perang melawan narkoba di Keuskupan Kalookan di Manila.

“Tuhan mendengarkan anak-anak, dan doa-doa mereka begitu kuat,” kata Uskup Kalookan Mgr Pablo Virgilio David.

Keuskupan Kalookan telah lama aktif membantu para janda dan anak-anak yatim piatu dari para korban perang melawan narkoba dengan menggalang dana untuk anak-anak.

Bantuan berupa konseling dan bantuan material lainnya juga diberikan kepada keluarga-keluarga miskin.

Jonathan Luciano, direktur Aid to the Church in Need di Filipina, mengatakan kampanye doa itu merupakan “ungkapan konkret” dari dukungan anak-anak Filipina terhadap anak-anak lain di negara-negara di mana anak-anak Kristen mengalami persekusi.

Selain doa, katanya, anak-anak Filipina juga akan memberi sebagian dari tunjangan mereka kepada anak-anak di Irak, Suriah dan Afrika.

“Donasi mereka akan digunakan untuk berbgai proyek yang akan membantu anak-anak dalam komunitas-komunitas Kristen yang mengalami persekusi,” lanjutnya.

“Kami ingin anak-anak ini memimpin doa Rosario sebagai sebuah gestur perdamaian dan rekonsiliasi yang dibutuhkan dunia saat ini,” katanya.

Kampanye doa yang dilakukan anak-anak itu dimulai pada 2005 di Venezuela.

Para inisiator menempatkan iman mereka dalam sebuah kutipan dari St. Padre Pio: “Jika sejua anak berdoa Rosario, dunia akan berubah.”

Pada 2016, anak-anak di 69 negara berpartisipasi dalam kampanye doa tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi