UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Vietnam Bebaskan Blogger Katolik yang Dipenjara

Oktober 19, 2018

Vietnam Bebaskan Blogger Katolik yang Dipenjara

Seorang perempuan lansia menyentuh foto Le Dinh Luong di rumahnya di My Khanh. (Foto: Thanh Nien Cong Giao)

Vietnam membebaskan seorang blogger terkenal dan aktivis hak asasi manusia (HAM) yang dipenjara dua tahun lalu karena memposting materi anti-pemerintah di media sosial dan dipaksa mengasingkan dirinya  ke Amerika Serikat (AS).

Mary Magdelene Nguyen Ngoc Nhu Quynh, yang dikenal sebagai Ibu Cendawan, diusir dari  kamp tahanan No.5, provinsi Thanh Hoa, bagian utara Vietnam, ke Bandara Internasional Noi Bai, Hanoi pada 17 Oktober, demikian Jaringan  Kelompok Blogger Vietnam.

“Petugas keamanan hanya mengizinkan Quynh untuk berbicara dengan pejabat dari kedutaan AS di Hanoi di bandara selama lima menit sebelum mengantarkannya untuk penerbangan siang hari,” kata jaringan itu dalam sebuah pernyataan.

Quynh bertemu dua anak dan ibunya Nguyen Tuyet Lan di pesawat, yang tiba di Houston pada hari yang sama.

“Quynh dibebaskan setelah 2 tahun  7 hari di penjara Vietnam.  Tahapan  baru dalam kehidupan seorang wanita yang berjuang tanpa lelah untuk mendapatkan hak asasi manusia, kedaulatan nasional dan perlindungan lingkungan,” kata jaringan itu.

Quynh, salah satu pendiri jaringan itu, menjalani hukuman 10 tahun penjara karena memposting materi anti-pemerintah dan berorasi   mendukung tahanan politik.

Jaringan blogger mengatakan ibu dua anak berusia 39 tahun itu akan melanjutkan perjuangannya untuk HAM  dan demokrasi di Vietnam dari AS.

“Tidak ada yang bisa mengalahkan keinginan dan dedikasinya,” katanya.

Seorang pengacara, Nguyen Van Dai, kepala Persaudaraan untuk Demokrasi yang berbasis di Vietnam, mengucapkan selamat kepada Quynh karena dibebaskan dan tiba di AS.

Dai, mantan tahanan politik yang diasingkan di Jerman pada Juni lalu, mengatakan ia berharap Quynh akan melanjutkan perjuangannya untuk kebebasan, demokrasi dan HAM  di Vietnam.

Seorang mantan narapidana lain, Bui Thi Minh Hang, meminta aktivis dan komunitas internasional untuk menekan Vietnam agar membebaskan aktivis HAM lain yang dipenjara, Tran Thi Nga, yang menurut pengakuannya menderita perlakuan buruk oleh sesama narapidana dan pejabat di kamp penjara Gia Trung di Gia, provinsi Lai, Dataran Tinggi Tengah Vietnam.

Nga, ibu dua anak, menjalani hukuman penjara sembilan tahun karena menyebarkan “propaganda anti-pemerintah.”

“Dia tidak pernah lagi melihat anak-anaknya atau keluarga lain selama tiga bulan terakhir,” kata Hang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi