UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Museum Maria Bunda Segala Suku Diresmikan di Jakarta 

Oktober 22, 2018

Museum Maria Bunda Segala Suku Diresmikan di Jakarta 

Beberapa pengunjung tengah melihat-lihat patung Maria Bunda Segala Suku yang dijual di museum. (Foto: Katharina R. Lestari/ucanews.com)

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo meresmikan Museum Maria Bunda Segala Suku yang terletak di dalam Gedung Marian Center Indonesia (MCI) di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (20/10) sore. Harapannya, devosi kepada Maria Bunda Segala Suku semakin berkembang di Indonesia.

Peresmian museum tersebut dilakukan dalam sebuah perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr Suharyo dan lima imam termasuk Pastor Stefanus Buyung Florianus OCarm selaku moderator MCI.

Lebih dari 100 umat Katolik dari beberapa paroki di wilayah Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menghadiri acara itu.

“Akhirnya sesudah perjalanan panjang, lahirlah Museum Maria Bunda Segala Suku. Kita semua berharap semoga di ruangan kecil ini semangat Bunda Maria dapat semakin merasuk ke dalam batin siapa pun yang ikut di dalam devosi kepada Maria Bunda Segala Suku ini,” kata Mgr Suharyo dalam homilinya.

Menurut prelatus itu, devosi kepada Maria Bunda Segala Suku merupakan ungkapan kreatif dari umat Katolik untuk meneladani Bunda Maria.

 

Prasasti peresmian Museum Maria Bunda Segala Suku (Foto: Katharina R. Lestari/ucanews.com)

 

“Devosi yang bertumbuh di sini itu bukan devosi yang menjauhkan orang dari kehidupan, tetapi kontekstual. Bangsa kita sedang mengalami sesuatu. Devosi bertumbuh agar kita terlibat di dalam menjaga, merawat kesatuan dari bangsa kita ini yang memang sangat plural,” katanya.

Mgr Suharyo juga menekankan niat umat Katolik untuk meneladani Yesus dan mengikuti Yesus sebagai murid-Nya yang semakin sempurna.

“Menjadi serupa dengan Yesus itu bagaimana? Bahasa, ajaran resmi Gereja seperti apa? Kita bertumbuh di dalam kepenuhan hidup Kristiani, di dalam kasih yang semakin sempurna, di dalam kesucian yang semakin sempurna,” lanjutnya.

Mgr Suharyo menyinggung seruan apostolik “Bersukacita dan Bergembiralah” (gaudete et exsultate) yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus pada 19 Maret lalu untuk menjelaskan tentang kesucian.

“Berikut contohnya: seorang ibu pergi berbelanja dan dia berjumpa dengan seorang tetangga. Mulailah mereka berbicara, Sampai pada suatu titik, kedua ibu itu mulai bergosip. Gosip itu omong jelek tentang orang lain. Namun ibu itu berkata dalam hati ‘tidak, saya tidak akan berbicara jelek mengenai orang lain.’ Ini komentar Paus adalah satu langkah maju dalam kesucian,” katanya.

“Kesucian itu sesederhana itu. Tanda-tanda kecil adalah pengalaman hidup kita sehari-hari. Seperti halnya Bunda Maria menjalani hidupnya dalam kehidupan sehari-hari dan bertumbuh di dalam kesucian,” lanjutnya.

Mgr Suharyo berharap keberadaan museum itu membantu umat Katolik di KAJ khususnya dan di Indonesia umumnya untuk mengembangkan devosi kepada Maria Bunda Segala Suku.

Museum tersebut berisi beberapa lukisan dan patung Bunda Maria dari berbagai suku seperti Jawa dan Dayak.

Dalam sambutannya, Pastor Buyung mengajak umat Katolik untuk terus mengupayakan persatuan.

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo (tengah) menjadi konselebran utama pada perayaan Ekaristi yang diadakan untuk meresmikan Museum Maria Bunda Segala Suku (Foto: Katharina R. Lestari/ucanews.com)

“Tugas kita, tanggung jawab kita adalah meneladani Bunda Maria untuk mempersatukan dan mendamaikan. Oleh karena itu, (keberadaan) Museum Maria Bunda Segala Suku untuk mempersatukan dan mendamaikan, bukan menceraiberaikan,” katanya.

Sementara itu, AM Putut Prabantoro, panitia peresmian museum, mengatakan “pada dasarnya yang ingin disampaikan dengan peresmian Museum Maria Bunda Segala Suku adalah melalui Bunda Maria, kita menuju tanah air – per Mariam ad Patria.

2 responses to “Museum Maria Bunda Segala Suku Diresmikan di Jakarta ”

  1. Soesanto soebandi says:

    Bersyukur kepada Allah penyelenggara HIDUP bagi semua ciptaanNya agar hidup rukun damai sejaterah dibumi dan hidup abadi bersamaNya dalam kemulianNya,semua suku bangsa dengan Imannya kepada perjiarahaan masing- masing lewat sarana agamanya tanpa merasa paling kudus-suci diantara lainnya,semoga Rahmat dan kasihNya selalu dianugerahkan bagi semua yg berkehendak baik dan mempertobatkan bagi semua yg masih menjauh dari terangNya,semoga……. amiiiin

  2. Antoniustabesi says:

    Perfect

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi