UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat Filipina Ucapkan Salam Perpisahan pada Relikui Padre Pio

Oktober 29, 2018

Umat Filipina Ucapkan Salam Perpisahan pada Relikui Padre Pio

Para pendevosi mengucapkan perpisahan pada relikui St Padre Pio pada 26 Oktober setelah kunjungan selama 20 hari di negara itu. (Foto: Angie de Silva)

Umat ​​Katolik Filipina mengucapkan salam perpisahan pada relikui ‘hati suci’ dari Santo Padre Pio Petrelcina pada 26 Oktober setelah tur 20 hari di seluruh negeri itu.

Relikui Santo Padre Pio menarik hingga 5 juta peziarah yang antri berjam-jam untuk mendapatkan kesempatan untuk melihat dan menyentuhnya.

“Tanggapan itu luar biasa,” kata Pastor Joselin Gonda, pemimpin tempat Ziarah Nasional Santo Padre Pio di provinsi Batangas.

Padre Pio dapat dianggap sebagai “Santo Milenium” kalau melihat jumlah orang yang berbaris untuk berdoa di hadapan hatinya yang tidak rusak, kata imam itu.

“Kami semua terkejut karena ribuan pendevosi yang datang untuk berdoa,” kata imam itu.

Kunjungan ke Filipina memiliki jumlah pendevosi terbanyak yang pernah ada dari semua negara yang telah dikunjungi oleh relikui itu sejauh ini. Filipina adalah negara keempat yang dikunjungi oleh relikui Padre Pio setelah Amerika Serikat, Paraguay, dan Argentina.

Dalam kata sambutan di akhir Misa perpisahan, Superior Ordo kapusin, Carlo Laborde OFMCap, mengatakan apa yang terjadi di Filipina belum pernah terjadi sebelumnya.

“Hati kami telah tergerak karena melihat kerumunan besar umat di mana-mana,” katanya, seraya menambahkan bahwa devosi rakyat Filipina adalah “keajaiban iman”.

“Kami akan kembali ke Italia, kami akan mewartakan kesaksian tentang mukjizat iman yang kami alami sendiri secara langsung di tanah ini,” kata Pastor Laborde.

Pastor Gonda mengatakan bahwa ketenaran Padre Pio karena melakukan mukjizat dan penyembuhan mungkin telah menjadi alasan di balik devosi umat kepada orang suci itu.

“Padre Pio telah menawarkan banyak harapan kepada orang-orang Filipina,” kata imam itu, seraya menambahkan bahwa kunjungan itu membantu memperkuat iman orang-orang Filipina yang selalu menunggu mukjizat terjadi. “Padre Pio membuat harapan itu tetap hidup,” katanya.

Dia mengatakan bahwa ketika orang Filipina menderita inflasi, kemiskinan dan pembunuhan di luar hukum, “mereka menginginkan simbol yang berarti untuk mengimbangi apa yang terjadi pada mereka.”

“Padre Pio juga sangat menderita, jadi mereka bisa berhubungan dengannya,” kata imam itu.

Dengan kerumunan “luar biasa” dan tanggapan umat yang juga luar biasa, Pastor Gonda mengatakan tidak mustahil bagi relikui untuk datang lagi ke negara itu.

Lahir pada 25 Mei 1887, Padre Pio adalah salah satu orang kudus paling populer dalam sejarah gereja. Dalam kehidupan, ia dikatakan telah mengalami stigmata – luka-luka Kristus yang secara ajaib muncul di tubuh orang suci – meski para sejarawan Italia mempermasalahkan hal ini.

Ia juga diingat karena diduga melakukan “bilokasi” atau muncul di tempat yang berbeda pada waktu bersamaan.

Dia meninggal pada 23 September 1968. Kesalehannya diyakini telah menyebabkan banyak mukjizat. Gereja mengkanonisasinya sebagai orang kudus pada 16 Juni 2002.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi