UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gubernur Maluku Ajak Masyarakat Kembangkan Budaya Menyanyi Lewat Pesparani

Oktober 31, 2018

Gubernur Maluku Ajak Masyarakat Kembangkan Budaya Menyanyi Lewat Pesparani

Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC (berdiri) menyampaikan paparan saat seminar yang digelar pada 31 Oktober di Gedung Islamic Center di Kota Ambon. Seminar ini merupakan bagian dari perhelatan Pesparani Katolik Nasional I. (Foto: Panitia)

Gubernur Maluku Said Assagaff mengajak masyarakat untuk mengembangkan budaya menyanyi lewat Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) karena nyanyian memiliki peran yang signifikan dalam membangun persaudaraan sejati di wilayah itu.

Dalam sambutannya saat membuka seminar bertema “Dengan Menyanyi, Kami Merawat Pancasila dan NKRI, Dari Ambon untuk Indonesia” yang diadakan pada Selasa (31/10) di Gedung Islamic Center di Kota Ambon, Said menegaskan bahwa upaya masyarakat untuk membangun perdamaian pasca-kerusuhan sektarian semakin meningkat.

Pada 1999, kerusuhan sektarian antara umat Islam dan Kristen mengoyak Propinsi Maluku yang berpenduduk lebih dari 1,8 juta orang. Kerusuhan ini menewaskan sekitar 5.000 orang. Pada 2011, sebuah kericuhan menewaskan sedikitnya lima orang.

Said kemudian menyebut beberapa “modal sosial baru” yang dimiliki masyarakat, antara lain peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengembangkan kerukunan antarumat beragama, pertumbuhan kesadaran untuk melakukan revitalisasi dan transformasi terhadap budaya lokal yang memuat nilai-nilai kearifan lokal dan pembentukan kelompok-kelompok masyarakat sipil yang menjadi agen-agen perdamaian.

Dalam konteks tersebut, katanya, musik – khususnya bagi masyarakat setempat – memiliki peran yang sangat besar sebagai instrumen untuk membangun dan merawat kerukunan dan persaudaraan sejati.

“Karena itu, melalui Pesparani ini, mari kita kembangkan budaya menyanyi untuk memuji kekudusan Tuhan, dan melalui budaya menyanyi juga mari kita suarakan persaudaraan dan perdamaian sejati untuk seluruh dunia,” kata Said.

Terkait dengan persaudaraan sejati, Said menegaskan bahwa agama-agama seharusnya tidak berhenti pada upaya membangun kerukunan dan perdamaian secara pasif melainkan berperan secara aktif di dalamnya.

“Membangun kerukunan dan perdamaian secara aktif yaitu bagaimana semua agama di Maluku menjadi agen perdamaian (provokator damai) dalam menangkal pelbagai macam polarisasi dan gerakan politik identitas yang disertai ujaran-ujaran kebencian (hate speech) dan hoaxsebagaimana bertebaran di media sosial,” katanya.

“Bagaimana mengembangkan teologi orang basudara yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal (local wisdom) orang Maluku seperti budaya Pela, Gandong, Kai Wai … ,” lanjutnya.

Said menambahkan bahwa persaudaraan sejati “harus disertai dengan kesadaran untuk belajar saling memahami, saling mempercayai, saling menghargai, saling mencintai, saling membanggakan dan saling menghidupi.”

Seminar yang menampilkan empat narasumber yakni Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC, Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus, Mahfud MD, Dirjen Direktorat Jenderal Bimas Katolik Eusabius Binsasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pesparani Katolik Nasional I yang digelar di Kota Ambon pada 27 Oktober hingga 2 November.

Lebih dari 7.000 umat Katolik dari 34 propinsi mengikuti kegiatan keagamaan bertema “Membangun Persaudaraan Sejati” yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) itu.

Upacara pembukaan Pesparani Katolik Nasional I dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignatius Jonan dan dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan beberapa pejabat pemerintah pusat dan daerah.

Sebelumnya, Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo selaku ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) memimpin Misa Konselebrasi bersama tujuh uskup dan 90 imam.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi