UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Halloween, Uskup Minta Anak-Anak Dandan Seperti Orang Kudus

Oktober 31, 2018

Halloween, Uskup Minta Anak-Anak Dandan Seperti Orang Kudus

Uskup Filipina meminta agar anak-anak didandan seperti santo dan santa karena halloween bukan pesta kematian tapi pesta kehidupan

Anak-anak di Filipina yang berencana untuk melakukan trik atau berdandan untuk perayaan Halloween didorong untuk berpakaian seperti orang kudus, bukan sebagai monster atau setan.

Para pemimpin gereja telah meminta orang tua untuk tidak mendandani anak-anak mereka terlihat “seperti mereka dari dunia lain” karena itu “tidak Kristiani.”

Uskup Auksilier Manila, Broderick Pabillo, ketua Komisi untuk Awam, mengatakan umat Katolik seharusnya tidak mengikuti “cara sekuler” dalam merayakan Halloween.

Kostum menakutkan membuat Halloween menjadi “perayaan kematian” bukan kehidupan, katanya.

“Ketika orang mengunjungi  kerabat yang telah meninggal di kuburan, apa yang mereka bawa? Bunga, karangan bunga, adalah tanda kehidupan. Lilin juga tanda kehidupan ketika dinyalakan,” kata prelatus itu.

Dia mengatakan orang Filipina bahkan membawa makanan dan mengadakan pesta di pekuburan, “yang lagi-lagi merupakan tanda kehidupan.”

“Itu benar-benar sebuah perayaan kehidupan,” kata Uskup Pabillo, ia menambahkan bahwa, ” itu adalah jenis kehidupan yang kita harapkan untuk mereka yang kita cintai yang telah meninggal ketika mereka pergi ke surga.”

Dia mengatakan umat Katolik harus berhenti mempromosikan dan meniru gimmik Halloween yang menakutkan karena “sekularisme” menggunakannya.

Peringatan Hari raya Semua Orang Kudus dan peringatan arwah  Semua orang beriman menjadi hari untuk berurusan dengan keluarga besar di Filipina karena pada saat itu kuburan dibersihkan dan dicat ulang, lilin dinyalakan, dan bunga ditaburkan.

Ini adalah hari libur umum dan, secara tradisional, keluarga menghabiskan satu atau dua malam di kuburan kerabat mereka, bermain kartu, makan, minum, bernyanyi, dan menari.

Para pemimpin Gereja berulang kali mendorong para orangtua untuk mendandani anak-anak mereka seperti orang-orang kudus “untuk menciptakan kesadaran yang lebih dalam tentang kehidupan santo dan santa.”

Selama bertahun-tahun sampai sekarang, beberapa paroki di seluruh negeri telah mengadakan apa yang mereka sebut “Parade Orang Suci” alih-alih pesta Halloween.

“Parade” juga berfungsi sebagai puncak dari perayaan bulan Rosario Suci disamping menjadi pendahuluan untuk Hari Semua Orang Kudus.

Mengenang orang yang telah meninggal dan mengunjungi kuburan mereka di pekuburan selama dua hari pertama bulan November telah menjadi bagian dari tradisi Filipina tahunan.

Selain memanjatkan doa, menaburkan bunga dan menyalakan lilin, liburan dua hari juga telah menjadi kesempatan untuk reuni keluarga.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi