UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

PM Dipecat, Pemimpin Agama Serukan Penegakan Hukum di Sri Lanka

Nopember 5, 2018

PM Dipecat, Pemimpin Agama Serukan Penegakan Hukum di Sri Lanka

Pendukung Perdana Menteri Sri Lanka yang dipecat Ranil Wickremesinghe melakukan protes di Kolombo pada 30 Oktober mendesak presiden Maithripala Sirisena untuk patuh pada nilai demokrasi. (ucanews.com)

Para pemimpin agama di Sri Lanka mengatakan konstitusi adalah hukum tertinggi dan Pergantian Perdana Menteri yang sedang berkuasa dengan cara – cara yang  tidak konstitusional berisiko membawa negara menuju ketidakstabilan, ketakutan dan kekacauan.

Presiden Maithripala Sirisena memecat Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe dan kabinetnya pada 26 Oktober dan menggantikannya dengan mantan presiden Mahinda Rajapaksa.

Sirisena mengumumkan itu tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Ketua Parlemen bahwa sidang parlemen berikutnya  akan ditunda  sampai 16 November. Kemudian pada 2 November Ketua Parlemen Karu Jayasuriya mengatakan parlemen akan bersidang kembali pada 7 November.

Sekelompok besar warga termasuk aktivis hak asasi manusia  berkumpul di ibukota Kolombo pada 30 Oktober untuk menentang peralihan kekuasaan yang inkonstitusional itu.

Presiden mendapat tekanan dari masyarakat sipil dan komunitas internasional untuk membangun kembali parlemen dan mematuhi aturan hukum dan demokrasi.

Konferensi Waligereja Sri Lanka meminta semua partai politik untuk mengesampingkan kepentingan mereka dan menghormati konstitusi dalam penyelesaian konflik.

“Bangsa ini yang telah menderita karena perang saudara yang berkepanjangan – cukup banyak darah telah tertumpah,” kata Ketua Konferensi Wali Gereja Sri Langka, Mgr Winston S. Fernando dalam sebuah pernyataan pers pada 31 Oktober.

“Aturan hukum dan demokrasi harus ditegakkan  melalui keputusan yang diambil sesuai dengan koridor  konstitusi pada saat krisis ini.

“Ini bukan untuk tetap mempertahankan kekuasaan atau untuk memperoleh kekuasaan, tetapi untuk terus menjadikan diri sebagai pelayanan rakyat dan untuk kebaikan bersama, untuk pembangunan negara, mengeksploitasi semua sumber daya dan mewujudkan potensi besar sumber daya  manusia dan alam. Sumber daya di tanah tercinta kami. “

Uskup Anglikan Dhiloraj Canagasabey mengatakan dia terkejut dan cemas ketika  mengetahui  pelantikan Rajapaksa sebagai PM pada 26 Oktober.

“Kepentingan jangka pendek yang tidak boleh lebih diutamakan daripada standar etika adalah sesuatu yang berakar pada ajaran semua agama yang kita akui di negara ini,” katanya.

“Pelayanan masyarakat, kepolisian, dan angkatan bersenjata harus tetap setia pada konstitusi dan memperlakukan diri mereka dengan cara yang pantas sesuai  dengan jabatan mereka.”

Rajapaksa memerintah negara itu dari tahun 2005-15 dan mengakhiri perang saudara 26 tahun dengan mengalahkan pemberontak Tamil pada tahun 2009. Lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang selama perang. Anggota keluarga Rajapaksa dan beberapa menteri kabinetnya dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi selama periode berkuasa.

Dewan Kristen Nasional Sri Lanka juga melakukan aksi  melawan langkah politik itu.

“Kami hidup di sebuah negara yang terluka yang sedang memulihkan diri dari perang dan kekerasan dan, di tengah himpitan dan beban ekonomi warga yang berat, kami tidak boleh membebani diri dengan krisis lain yang dapat menjerumuskan negara ini ke dalam kekacauan lebih lanjut,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Kami percaya bahwa masalah ini sebaiknya diselesaikan dengan baik di parlemen secara transparan dengan kepatuhan pada prosedur yang tepat dan jelas.”

Presiden Sirisena dilaporkan memecat Wickremesinghe karena dugaan keterlibatan seorang menteri kabinet dalam komplotan untuk membunuhnya.

Wickremesinghe mengatakan keputusan presiden itu ilegal dan tidak konstitusional. Dia menekankan bahwa dia tetap perdana menteri.

Persekutuan Evangelis Kristen Nasional Sri Lanka mengatakan sangat sedih dengan contoh-contoh kekerasan sporadis yang dilaporkan dan meminta aparat penegak hukum untuk menjaga perdamaian dan bertindak dengan tanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi