UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Dua Uskup di Filipina Dukung Kenaikan Upah

Nopember 6, 2018

Dua Uskup di Filipina Dukung Kenaikan Upah

Para buruh menggelar aksi protes di Manila untuk menuntut kenaikan upah. (Foto: Jire Carreon)

Sedikitnya dua uskup di Filipina mendukung kenaikan upah yang dituntut oleh para buruh menyusul pengumuman pemerintah bahwa upah minimum akan dinaikkan.

Pada Senin (5/11), Kementerian Tenaga Kerja mengumumkan kenaikan upah sebesar US$0,47 dan memerintahkan penggabungan tunjangan biaya hidup sebesar US$0,20 yang berlaku saat ini dengan upah dasar harian buruh.

Jika sudah diterapkan, upah minimum harian di Filipina menjadi US$10.

Namun para buruh tidak senang. Mereka mengatakan kenaikan itu merupakan tuntutan mereka selama ini yakni upah harian sebesar US$6.

Serikat Buruh-Serikat Pekerja Filipina mengatakan keputusan pemerintah hanya memikirkan kebutuhan para pengusaha daripada para buruh.

“Pemerintah dan pengusaha berada di pihak yang sama dan tidak memihak buruh,” kata Alan Tanjusay, juru bicara Serikat Buruh-Serikat Pekerja Filipina.

Ia mengatakan kenaikan upah yang kecil itu tidak akan berdampak pada peningkatan derajat hidup para buruh dan keluarga mereka.

Uskup Cubao Mgr Honesto Ongtioco dan Uskup Manila Mgr Broderick Pabillo mendukung tuntutan para buruh. Menurut mereka, jumlah itu tidak cukup di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Saya yakin para buruh harian kita layak menerima lebih,” kata Mgr Pabillo, seraya menambahkan bahwa US$0,50 “sungguh jumlah yang sangat sedikit (yang) tidak bisa menutup kenaikan harga barang.”

Mgr Ongtioco mengatakan pemerintah hendaknya mempertimbangkan kembali jumlah kenaikan itu.

“Saya berharap dan berdoa agar lembaga dan pejabat pemerintah akan mempertimbangkan kembali kemungkinan jumlah yang lebih besar,” kata prelatus itu.

Kelompok aktivis muda Anakbayan membandingkan buruh Filipina dengan “Lazarus dalam Kitab Suci, ia memungut remah-remah yang jatuh dari meja orang kaya.”

Einstein Recedes, seorang tokoh kaum muda, mengatakan kenaikan upah sebesar US$0,47 per hari bagi para buruh hanya merupakan “remah-remah” dibanding keuntungan yang diperoleh perusahaan-perusahaan besar di negara itu.

Data Otoritas Statistik Filipina menunjukkan bahwa saat ini 29 persen atau 6,47 juta keluarga di Filipina berpenghasilan kurang dari US$188 per bulan, sementara 37 persen atau 8,37 juta keluarga di Filipina berpenghasilan antara US$188 dan US$396 per bulan.

Lainnya, 0,8 persen atau 182.000 keluarga berpenghasilan antara US$2.600 dan US$150.000 per bulan.

“Meskipun ada kenaikan, orang miskin lebih buruk dibanding sebelumnya,’ kata Recedes.

Istana Negara mengatakan kenaikan upah masih bisa disesuaikan “tergantung pada kondisi ekonomi.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi