UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kongregasi Suster MC Terima Sistem Adopsi di India

Nopember 6, 2018

Kongregasi Suster MC Terima Sistem Adopsi di India

Suster Mary Prema Pierick (tengah) dan dua Suster MC bertemu Menteri Maneka Gandhi pada 29 Oktober. Kongregasi itu setuju dengan sistem India terkait adopsi bayi. (Foto: Twitter Maneka Gandhi)

Kongregasi Suster-suster Misionaris Cinta Kasih (MC) telah menerima aturan pemerintah dimana anak-anak boleh diadopsi.

Kongregasi yang didirikan oleh Santa Teresa dari Kolkata, umumnya dikenal sebagai Ibu  Teresa, tidak menyetujui pemberian bayi dari panti asuhan mereka untuk diadopsi pada Oktober 2015 setelah tidak setuju dengan undang-undang baru federal  yang memungkinkan wanita yang sudah bercerai untuk mengadopsi anak-anak.

Kongregasi itu telah merevisi pendiriannya dan akan bergabung dengan sistem layanan adopsi terpusat yang dibentuk oleh pemerintah, kata Maneka Gandhi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perkembangan Anak.

Sebuah delegasi dari tiga biarawati kongregasi MC,  termasuk Suster Mary Prema Pierick MC bertemu dengan menteri itu pada 29 Oktober dan memutuskan bahwa anak-anak di 79 panti asuhannya dapat diadopsi oleh keluarga.

Para suster dalam siaran persnya pada 2 November mengatakan mereka telah setuju untuk mendaftarkan semua panti asuhan  mereka kepada pemerintah negara bagian masing-masing sebagaimana diamanatkan oleh UU Peradilan Anak 2015.

Gandhi telah meminta mereka untuk mendaftarkan semua panti  mereka dan menghubungkan mereka dengan agen adopsi khusus yang akan melakukan penempatan anak-anak yang dinyatakan bebas secara hukum untuk diadopsi.

Kebanyakan panti asuhan Misionaris Cinta Kasih  sudah terdaftar dan panti yang tersisa sedang dalam proses menyelesaikan formalitas pendaftaran, kata rilis itu.

“Merupakan hal wajib bagi setiap panti asuhan untuk terdaftar di pemerintah negara bagian, dan anak-anak di panti asuhan akan diadopsi tanpa menghiraukan kekhawatiran mereka yang menjalankannya,” kata Suster Clara Animuttil MC, yang mengelola sebuah panti asuhan di negara bagian Madhya Pradesh.

“Panti asuhan yang tidak terdaftar memiliki risiko penutupan dan pemerintah tidak memberikan pengecualian kepada siapa pun.”

Setelah mereka menerima sistem adopsi pemerintah, panti asuhan milik MC  akan menawarkan bayi-yatim mereka, seperti dari ibu yang melahirkan di luar pernikahan, ke pusat kesejahteraan anak kabupaten terdekat. Pusat layanan itu kemudian akan menawarkan bayi-bayi itu untuk diadopsi.

Suster Prema tidak menjelaskan mengapa kongregasinya merevisi pendiriannya.

Pertemuan dengan Gandhi adalah yang pertama ketika aparatnya pada  Juli memerintahkan semua negara bagian untuk melakukan inspeksi terhadap semua panti asuhan yang dikelola oleh para Suster MC menyusul dugaan penjualan ilegal anak-anak yang lahir dari ibu yang hamil di luar nikah di sebuah rumah yang dikelola MC di Ranchi, ibukota dari negara bagian Jharkhand.

Suster  Concilia MC, yang mengelola panti ashan di Ranchi, ditangkap. Dia tetap di penjara setelah Pengadilan Tinggi Jharkhand menolak permohonan jaminannya pada 30 Oktober dengan alsan pembebasannya dapat menghambat penyelidikan.

Suster Prema mengatakan para biarawati berdoa bahwa kolaborasi antara kongregasi dan pemerintah  “demi kebaikan anak-anak Tuhan yang membutuhkan cinta dan perhatian.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi