UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Fransiskus Kenang Para Klerus yang Wafat

Nopember 6, 2018

Paus Fransiskus Kenang  Para Klerus yang Wafat

Paus Fransiskus merayakan Misa untuk mendiang kardinal dan uskup di Basilika St. Petrus Vatican pada 3 November. (Foto:Tiziana Fabi/AFP)

Setiap orang Kristen, terutama mereka yang dipanggil untuk melayani karunia hidup Allah adalah panggilan untuk melayani orang lain, kata Paus Fransiskus  pada Misa peringatan untuk para uskup dan kardinal yang telah wafat.

“Makna hidup ditemukan di saat kita menjawab tawaran kasih Allah. Dan tanggapan itu terdiri dari cinta sejati, pemberian dan pelayanan diri,” kata Paus pada 3 November saat memimpin Misa di Basilika St. Petrus Vatikan.

Misa peringatan arwah adalah agenda tahunan paus setiap  November, bulan yang dipersembahkan  Gereja untuk mengenang arwah saudara-saudari kita yang sudah meninggal.

Vatikan merilis bahwa selama 12 bulan terakhir, sekitar 154 uskup dan sembilan kardinal, termasuk Kardinal Bernard F. Law dari AS, meninggal dunia.

“Ketika kita  berdoa bagi para kardinal dan uskup yang telah meninggal dunia dalam tahun terakhir ini,” kata paus dalam kotbahnya, “mari kita mohon doa syafaat dari semua umat yang menjalani kehidupan  sederhana, persiapkanlah hidup  untuk bertemu dengan Tuhan setiap hari.”

Bacaan Injil, dia memilih perumpamaan tentang 10 gadis pengantin  dari Matius 25.

Paus Fransiskus mengatakan perumpamaan ini berlaku untuk setiap orang Kristen yang dipanggil untuk    bertemu Kristus – “pengantin laki-laki” dalam kisah injil ini – dan mengatakan mereka harus selalu siap untuk pertemuan seperti itu.

“Bagi para pelayan injil, juga,” katanya, “hidup harus terus berjalan, ketika kita keluar dari rumah keluarga kita ke mana pun Gereja mengutus  kita, dari satu macam pelayanan ke yang lain. Kita terus berjalan, sampai kita melakukan perjalanan terakhir kita,” katanya.

“Perjumpaan dengan Yesus, mempelai laki-laki yang ‘mencintai Gereja dan menyerahkan diri untuknya,’ memberi arti dan arah kepada kehidupan kita,” kata Paus Fransiskus. “Itu kuncinya dan tidak lebih.”

Perumpamaan ini menekankan kebutuhan untuk selalu memiliki minyak, tetapi minyak hanya akan memberikan cahaya ketika dibakar, katanya.

“Hidup kita seperti itu: akan terus memancarkan cahaya hanya jika terus memberi diri  untuk melayani,” katanya.

“Apapun yang kita miliki  dari kehidupan ini, di ambang kehidupan abadi nanti, bukanlah apa yang kita peroleh tetapi apa yang kita berikan,” katanya.

Melayani berarti memberi, dan “mereka yang memegang terlalu erat apa yang mereka miliki selama  hidup ini akan kehilangan semuanya,” katanya.

Karakteristik lain dari minyak di lampu, katanya, adalah bahwa cahaya terlihat tetapi minyak tidak.

“Apa artinya ini bagi kita?” tanyanya. “Di mata Tuhan yang penting bukanlah penampilan tetapi hati. Segala sesuatu yang dunia jalankan setelah dan kemudian memamerkan – kehormatan, kekuasaan, penampilan, kemuliaan – akan berlalu dan tidak meninggalkan apa pun di belakang.”

“Alih-alih penampilan luar kita, yang berlalu, kita harus memurnikan dan menjaga hati kita, diri kita, yang berharga di mata Tuhan,” kata paus.

Seperti para pengantin dalam perumpamaan itu, katanya, mereka yang dipanggil kepada kekekalan dengan Allah “tidak dapat puas dengan kehidupan yang tidak bergerak, datar dan membosankan yang terus berjalan tanpa antusiasme, mencari kepuasan kecil dan mengejar imbalan singkat. Kehidupan yang suram dan dapat diprediksi, melaksanakan tugasnya tanpa memberikan dirinya sendiri, tidak layak berjumpa dengan mempelai laki-laki. ”

Ketika umat Katolik mengenang mereka yang meninggal, Paus Fransiskus berdoa agar mereka juga memperhatikan bagaimana mereka mempersiapkan tujuan akhir mereka, yaitu dengan Tuhan.

“Hidup yang dibakar dengan keinginan akan Tuhan dan dilatih oleh cinta akan dipersiapkan untuk memasuki kamar ‘pengantin pria’ untuk selama-lamanya,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi