UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Setelah 3 Tahun, Jenazah Pastor Aktivis di India Akhirnya Dimakamkan

Nopember 8, 2018

Setelah 3 Tahun, Jenazah Pastor Aktivis di India Akhirnya Dimakamkan

Maria Julia, 81, berbicara pada upacara penguburan anaknya Jose Bismarque Desidor Dias, pada 6 November, yang diduga dibunuh tiga tahun lalu atas kampanyenya menentang tambang untuk melindungi lingkungan hidup di Goa, India. (Bosco de Souza Eremita)

Mayat seorang imam katolik yang kemudian menjadi seorang aktivis akhirnya dimakamkan di India barat setelah menunggu selama tiga tahun oleh keluarga dan teman-temannya yang menduga dia dibunuh karena kedudukannya yang kuat sebagai pembela lingkungan hidup.

Sekitar 60 imam dan 2.000 pendukung Jose Bismarque Desidor Dias mengikuti prosesi pemakaman 6 November di desanya, Sao Estevam  negara bagian Goa, bekas daerah koloni Portugis.

Pemakaman Dias, pastor Sakramen Mahakudus, ditunda setelah teman-teman dan keluarganya menyelidiki  secara mendalam seputar kematiannya yang sangat misterius.

Dias, 51 tahun, hilang pada 5 November 2015, setelah dia pergi berenang di sungai dekat rumahnya dengan teman-temannya. Mayatnya ditemukan mengambang dua hari kemudian. Polisi setempat mengklaim itu adalah kasus tenggelam.

Namun, keluarga dan rekannya menunda penguburan dan menuntut penyelidikan. Mereka mencurigai bahwa dia dibunuh oleh orang-orang yang marah dengan kampanyenya melawan aktivitas  pertambangan dan pembangunan properti yang tak terkendali.

Setelah tekanan massa yang kuat, Pengadilan Tinggi Bombay yang juga mencakup Goa pada April 2017 memerintahkan polisi bagian urusan kriminal khusus negara untuk menyelidiki kasus tersebut, karena diduga ini adalah kasus pembunuhan. Akhirnya pada bulan Maret 2018, para penyidik ​​menyerahkan laporan terakhirnya  ke pengadilan yang menegaskan bahwa itu adalah kasus tenggelam.

“Hanya tubuh Dias yang dibaringkan, bukan konsep keadilan. Perjuangan untuk kawan kami yang wafat  akan terus berlanjut,” kata Sudip Dalvi, seorang rekan Dias yang termasuk di antara mereka yang menekan untuk intervensi pengadilan.

Dalvi mengatakan kepada ucanews.com sebuah petisi peninjauan kembali diajukan di pengadilan. “Tetapi semua yang berhubungan dengannya berpikir sudah waktunya untuk memberinya pemakaman yang layak” dan memutuskan untuk melakukannya pada hari peringatan kematiannya yang ketiga, tambahnya.

Pastor paroki Dias, Eusico Pereira, menyoroti harapan masa kecil Dias untuk menjadi imam. “Dia hidup untuk orang lain,” katanya.

Ensiklik Paus Fransiskus ‘Mei 2015 Laudato si’ membuatnya sangat gembira karena dia merasa memiliki mandat dari paus. Dias adalah “seorang saksi yang takut kepada Kristus dalam kebenaran,” kata Pastor Pereira.

Dias memobilisasi warga melalui musik, rapat umum dan pertemuan melawan proyek pemerintah dan swasta besar termasuk lapangan golf hotel bintang tujuh dan bandara kedua Goa.

Ibu Dias yang berusia 81 tahun, Maria Julia, dalam puisinya menceritakan panggilannya untuk imamat dan cintanya melayani orang. Dia sering meninggalkan rumah untuk mengurus warga yang menderita karena lapar, kenangnya.

“Dia sangat mencintai alam dan yang mengambil nyawanya … Dia selalu mengatakan kepada kami bahwa dia sedang diancam oleh beberapa orang. Dia berjuang untuk menyelamatkan desa dari kehancuran. Saya kehilangan putra saya dan itu menyakitkan saya,” katanya. .

Dias meninggalkan imamat untuk mengikuti jajak pendapat negara 2012 yang menjanjikan untuk memeriksa kerusakan lingkungan Goa, tetapi dia tidak terpilih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi