UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Imelda Marcos Didakwa Bersalah atas Tindak Pidana Korupsi

Nopember 9, 2018

Imelda Marcos Didakwa Bersalah atas Tindak Pidana Korupsi

Imelda Marcos, istri mendiang Presiden Ferdinand Marcos, dijatuhi hukuman penjara maksimal 11,1 tahun. (Foto: Jire Carreon)

Pengadilan tindak pidana korupsi di Filipina telah memerintahkan penangkapan terhadap Imelda Marcos, istri mendiang Ferdinand Marcos, setelah ia dinyatakan bersalah atas tujuh kasus korupsi.

Ia dihukum penjara minimal enam tahun dan maksimal 11,1 tahun.

Imelda – yang tidak menghadiri persidangan – bisa meminta penangguhan penahanan sementara ia mengajukan banding.

Vonis pengadilan itu bisa mencegah Imelda – yang saat ini tengah mencalonkan diri sebagai gubernur Propinsi Ilocos Norte pada pemilihan umum yang akan digelar pertengahan tahun depan – untuk menduduki jabatan publik.

Mantan ibu negara yang saat ini menjadi anggota Konggres itu masih bisa mencalonkan diri tahun depan tetapi ia akan didiskualifikasi jika vonis pengadilan sudah final menyusul gugatan bandingnya.

Imelda, 89, didakwa bersalah atas tindak pidana korupsi karena menggunakan jabatannya dalam kabinet selama masa pemerintahan suaminya untuk menjaga rekening bank Swiss.

Ia menjadi menteri Permukiman Manusia, gubernur Manila dan anggota parlemen selama masa kepemimpinan suaminya sejak 1965-1986.

Partai politik (parpol) Akbayan menyambut baik vonis pengadilan tersebut.

“Kemenangan hukum ini merupakan perjuangan selama dua dekade oleh masyarakat Filipina yang pemberani. Ini adalah kemenangan atas revisionisme,” kata Etta Rosales, ketua parpol itu dan juga mantan tahanan politik.

Ia mengatakan vonis pengadilan itu datang pada saat keluarga Imelda “berusaha sekuat tenaga untuk merevisi sejarah dan membersihkan nama mereka dari kejahatan yang mereka lakukan.”

“Ini adalah retribusi,” kata Rosales. “Vonis ini membuktikan bahwa keluarga Imelda yang korup sungguh-sungguh melakukan kejahatan terhadap masyarakat Filipina untuk memperkaya diri dan kroni-kroni mereka.”

Tahun lalu, President Rodrigo Duterte mengumumkan bahwa Imelda menyatakan akan mengembalikan sebagian dari kekayaan kotor mereka yang jumlahnya diperkirakan mencapai antara US$5-10 miliar.

Pemerintah hanya mendapat sekitar US$3,2 miliar selama 30 tahun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi