UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

WKRI Dapat Penghargaan ‘Long Life Achievements’

Nopember 9, 2018

WKRI Dapat Penghargaan ‘Long Life Achievements’

Ketua WKRI Justine Rostiawati (nomor dua dari kiri) berfoto bersama anggota WKRI dengan membawa piala dan sertifikat penghargaan. (Foto disediakan oleh Justina Rostiawati)

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menganugerahkan penghargaan kepada Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) atas upayanya dalam merawat kebhinnekaan.

WKRI – yang didirikan pada Juni 1924 dan memiliki visi sebagai organisasi yang bersifat sosial aktif dan mandiri serta memiliki kekuatan moral dan kemampuan yang handal dalam menjalankan karya-karya pengabdian untuk mewujudkan kesejahteraan bersama serta menegakkan harkat dan martabat manusia – menerima penghargaan untuk kategori Bakti Sepanjang Hidup (Long Life Achievements) pada Selasa (6/11).

WKRI saat ini memiliki lebih dari 90.000 anggota di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari 36 dewan pimpinan daerah, 722 cabang dan ribuan ranting.

WKRI adalah satu dari 15 organisasi massa (ormas) yang menerima penghargaan tersebut tahun ini dari Kemendagri. Ormas lainnya antara lain GP Ansor dan PP Muhammadiyah.

“Peran ormas saya kira jelas, memberikan kontribusi besar dalam pembangunan, menjaga keutuhan NKRI, menjaga tetap tegaknya Pancasila, menjaga tetap bersatunya kemajemukan bangsa, termasuk menjaga keutuhan UUD 1945 sebagai ideologi negara,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam sambutannya pada upacara penyerahan penghargaan itu di Jakarta.

“Kita setiap tahun memberikan penghargaan ini secara bergilir. Mudah-mudahan dengan acara ini memberikan motivasi untuk kebersamaan kita untuk bangsa dan negara kita,” lanjutnya.

Ketua WKRI Justina Rostiawati menyebut penghargaan itu sebagai “sebuah pengakuan” atas semua karya yang telah dilakukan oleh WKRI sejak pendiriannya hampir seabad lalu.

“WKRI telah mengadakan banyak program lintas-agama seperti pemberdayaan perempuan, kesejahteraan dan financial literacy. Target kami memang komunitas akar rumput dari berbagai agama,” katanya kepada ucanews.com.

Di Jakarta, lanjutnya, WKRI telah membangun Kampung Bhinneka. “Tujuannya untuk merawat kebhinnekaan di grassroots karena ini tingkat RT dan RW. Ada kerjasama sambil mengelola lingkungan. Jadi tempat kosong dikelola bersama untuk ditanami tanaman herbal, sayur-mayur yang bisa dipanen bersama, dibagi bersama. Ini lintas-suku, ras, agama.”

Ia mengatakan program serupa tengah disiapkan oleh anggota WKRI di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka bekerjasama dengan pemerintah setempat.

“Kami juga menjalankan ‘Sekolah Perempuan’ bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi. Tujuannya untuk menyadarkan orang akan hak-hak konstitusional mereka,” jelasnya.

Selain itu, Rostiawati juga mengatakan WKRI telah menyiapkan beberapa program untuk dijalankan dalam waktu dekat.

“Dalam Konggres WKRI lalu, kami mengusung tiga isu keprihatinan,” tegasnya.

Pertama, isu radikalisme dan terorisme. “Kami akan mengembangkan banyak sekali program kebhinnekaan, keberagaman, toleransi,” katanya.

Kedua, isu korupsi. “Kami akan turut bersama pemerintah mencegah korupsi agar tidak semakin besar terutama memberi pendidikan mental kepada anak-anak usia dini,” lanjutnya.

Ketiga, isu lingkungan. “Merosotnya lingkungan hidup, kualitas semakin merosot. Kami tetap akan turut menjaga. Seperti seruan Paus Fransiskus, rumah kita bersama untuk kita jaga agar kita bisa tinggal nyaman di dalamnya,” katanya.

 

One response to “WKRI Dapat Penghargaan ‘Long Life Achievements’”

  1. Tarcisius Tjan Fen Fat TOCarm says:

    Profisiat kepada WKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi