UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

OMK Vietnam Diingatkan Agar Bekerja Bagi Keadilan

Nopember 19, 2018

OMK Vietnam Diingatkan Agar Bekerja Bagi Keadilan

Peserta mengikuti Misa saat pertemuan Hari Orang Muda di Hai Phong City, 15 November. (Foto:ucanews.com)

Para pemimpin Gereja mendorong ribuan Orang Muda Katolik di Vietnam utara untuk membela korban ketidakadilan dan menyumbangkan organ demi menyelamatkan mereka yang membutuhkan.

Sekitar 15.000 orang muda Katolik dari 10 keuskupan di wilayah utara Vietnam menghadiri pertemuan Hari Orang Muda untuk wilayah utara Vietnam yang diselenggarakan Keuskupan Hai Phong di International Fair Exhibition Centre milik pemerintah di Hai Phong City pada 14-15 November yang lalu.

Mgr Thomas Vu Dinh Hieu dari Keuskupan Bui Chu mengingatkan para peserta akan terus merajalelanya ketidakadilan yang berakibat jatuhnya korban karena ketidakadilan.

“Banyak warga dengan tenang menggunakan ponsel pintar untuk merekam video atau mengambil gambar kasus kekerasan domestik dan sekolah, perkelahian fisik di antara siswa dan bahkan siswa yang melawan guru, untuk diposting di media sosial dan menarik banyak komentar negatif,” kata Mgr Hieu.

Dia mengatakan mereka harus melakukan sesuatu untuk mencegah insiden semacam itu dan menyelamatkan korban. “Kaum muda Katolik bertindak seperti sahabat – sahabat Tuhan dan menjadi rasul bagi  saudara – saudari yang lain,” kata uskup itu, seraya menambahkan bahwa umat Katolik harus melindungi dan menyelamatkan saudara – saudari  yang rentan menjadi korban dalam masyarakat.

Ketika ditanya apakah umat Katolik dapat memberikan donasi organ, Mgr Hieu mengatakan bahwa gereja mendorong donasi organ untuk memberi hidup bagi warga lain  sebagai tindakan amal Kristen.

Dia mengatakan banyak umat Katolik dari keuskupan Bui Chu dan Phat Diem berjanji untuk menyumbangkan kornea mata mereka usai kematian ke Rumah Sakit Mata Pusat di Hanoi untuk membantu saudara – saudari yang menderita masalah mata.

Ketua Caritas Vietnam mengatakan umat Katolik dari keuskupannya menyumbangkan kornea untuk membantu lima pasien.

Mgr Joseph Nguyen Nang dari Keuskupan  Phat Diem mengingatkan peserta untuk mengambil tanggung jawab dalam membangun dan melindungi gereja dengan menjalani hidup yang bermartabat Kristiani, melakukan hal-hal yang baik bagi masyarakat, membawa kabar baik kepada orang lain dan menjaga lingkungan hidup.

Mgr Nang menceritakan tentang  seorang tukang cukur yang memotong rambutnya telah membuat bintang Natal dan menawarkannya kepada seorang lelaki tua non-Katolik. Orang tua itu menggantung bintang di depan rumahnya dan meminta tukang cukur membawanya untuk menghadiri perayaan Natal di gereja.

“Kita harus bersaksi kepada Allah dengan berani berbicara tentang nilai-nilai Katolik kepada banyak orang,” katanya.

Para peserta dengan keras mengulang kata-kata Mgr Nang: “Bantulah siapa saja, jangan mengganggu orang, jangan membuang sampah sembarangan.”

Mary Tran Thi Hien dari Paroki Yen Bai mengatakan bahwa dia belajar hal-hal yang berguna dari pertemuan itu. “Pertemuan itu memberi saya kekuatan dan kegembiraan untuk menghadapi kesulitan dan menjadi saksi Tuhan dalam kehidupan sehari-hari saya,” katanya. “Aku bangga menjadi seorang Katolik.”

Kardinal Peter Nguyen Van Nhon dari Keuskupan Agung Hanoi memimpin Misa penutupan bersama dengan 300 imam.

Selama pertemuan tersebut, para peserta belajar katekismus, menyuymbangkan atraksi pertunjukan budaya, menonton drama Alkitab, mengikuti adorasi Ekaristi dan mengaku dosa di hadapan para imam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi