UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Setelah Mengatakan Tuhan Bodoh, Kini Duterte Minta Warga Berhenti ke Gereja

Nopember 29, 2018

Setelah Mengatakan Tuhan Bodoh, Kini Duterte Minta Warga Berhenti ke Gereja

Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: Ted Aljibe/AFP)

Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah melancarkan serangan terbarunya terhadap para pemimpin Katolik dan mendesak warga Filipina untuk berhenti pergi ke gereja sama sekali.

Presiden, yang awal tahun ini menyebut Tuhan “bodoh,” menyarankan agar orang membangun kapel mereka sendiri di mana mereka dapat berdoa.

“Anda tidak harus pergi ke gereja untuk membayar para idiot ini,” kata Duterte mengacu pada para uskup yang mengutuk serentetan pembunuhan terkait narkoba di negara itu.

Kecaman Duterte terhadap para pemimpin gereja muncul setelah dia menuduh Uskup Pablo Virgilio David dari Kalookan telah mengambil sumbangan gereja untuk diberikan kepada keluarganya.

“Kamu, David, kamu diam. Kamu terus meminta sumbangan … Kemana perginya uang rakyat?” kata presiden dalam pidato pada 22 November.

“Kamu tahu, sebenarnya, saya beri tahu Anda, persembahan, nanas, alpukat, pisang, kemana mereka pergi? Anda ingin tahu? Saya akan menunjukkan pada Anda. [Mereka diberi] kepada keluargamu.

“Si bodoh terus meminta – bahkan ada kolekte kedua.”

Dalam sebuah pernyataan, Uskup David, seorang kritikus vokal atas pembunuhan terkait narkoba di Filipina, mengatakan “orang-orang yang sakit kadang-kadang tidak tahu apa yang mereka bicarakan.”

Awal bulan ini, uskup meminta publik untuk berdoa bagi Duterte karena dia adalah “orang yang sangat sakit.” Dia mengeluarkan pernyataan itu setelah presiden menyebut orang-orang kudus “bodoh” dan “pemabuk.”

Pernyataan uskup David sepertinya membuat marah sang presiden. Pada 26 November, Duterte mengatakan dia berpikir bahwa uskup itu mungkin pecandu narkoba. “Aku memberitahumu, David. Aku bertanya-tanya mengapa kamu keluar di malam hari. Saya curiga kamu adalah pecandu narkoba,” kata sang presiden.

Bereaksi terhadap pernyataan presiden, Uskup David membuat postingan di Facebook: “Tidak Pak, saya tidak menggunakan narkoba, baik legal maupun ilegal, belum pernah.”

“Saya hanya membantu merehabilitasi orang yang kecanduan obat-obatan. Syukurlah saya bahkan belum pernah minum obat untuk kesehatan,” kata prelatus itu.

“Saya hanya meminum vitamin dengan shake buah yang dicampur [dengan kelor] di pagi hari. Anda mungkin ingin mencobanya, Pak. Ini akan banyak membantu Anda. Tuhan memberkati Anda.”

Uskup Arturo Bastes dari Sorsogon mengatakan seharusnya orang-orang mengabaikan pernyataan sang presiden.

“Setiap orang Filipina yang berpikiran benar seharusnya mengabaikan omong kosong ini,” kata Uskup Bastes. “Aku tidak mau mengomentari ide gila ini. Aku bosan dengan komentar bodohnya.”

Uskup Ruperto Santos dari Balanga mengatakan pernyataan presiden itu “sangat tidak bertanggung jawab dan tidak berperasaan” dan dapat menebar perpecahan.

Dalam pidatonya pada 26 November, Duterte mengecam para uskup karena mempercayai sebuah gereja (agama)  “kuno” yang hanya pandai mengumpulkan uang.

“Gereja Katolik dan Uskup David berpegang teguh pada keyakinan 3.000 tahun yang lalu,” katanya. “Bagaimana mungkin orang-orang 3.000 tahun yang lalu memprediksi apa yang terjadi hari ini?”

Uskup Auksilier Manila, Brokerick Pabillo, mengatakan bahwa ucapan Duterte “tidak akan berpengaruh.”

One response to “Setelah Mengatakan Tuhan Bodoh, Kini Duterte Minta Warga Berhenti ke Gereja”

  1. darling ohoiulun says:

    Mengapa warga negara Filipina yang 80 % adalah penganut katolik, tidak bisa menggulingkan otoritas Duterte?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi