UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para Uskup Dukung Mgr Pablo David Hadapi Serangan Duterte

Desember 3, 2018

Para Uskup Dukung Mgr Pablo David Hadapi Serangan Duterte

Uskup Kalookan Mgr Pablo Virgilio David menjadi target serangan kata-kata Presiden Rodrigo Duterte. (Foto: Jire Carreon)

Para uskup Katolik Filipina berdiri bersama Uskup Pablo Virgilio David dari Kalookan setelah dia menjadi target cemoohan Presiden Rodrigo Duterte baru-baru ini.

Uskup Agung Romulo Valles, ketua Konferensi Waligereja Filipina, mengatakan para pemimpin gereja “sedih dan terganggu” oleh pernyataan presiden baru-baru ini.

Presiden yang kontroversial itu menuduh prelatus Kalookan memberikan sumbangan gereja kepada keluarganya. Duterte juga mengatakan bahwa dia berpikir bahwa uskup itu mungkin seorang pecandu narkoba dan mengancamnya dengan hukuman gantung.

Uskup Agung Valles dari Davao, seorang teman Duterte, mengatakan dia terkejut oleh pernyataan presiden “yang menuduh bahwa Uskup David telah melakukan tindakan yang menghancurkan integritasnya.”

Dia menambahkan: “Uskup David telah menjawab dengan jelas semua tuduhan ini.”

Uskup Agung Valles mengatakan para uskup di negara itu dapat menjamin bahwa Uskup David, seorang sarjana Alkitab dan kritikus perang anti-narkotika Duterte, adalah “uskup yang sangat baik, seorang gembala yang berdedikasi dan ayah dari kawanannya.”

“Dia sangat bersemangat dalam pelayanannya, membawa cinta kasih dan belas kasihan, terutama kepada orang miskin dan yang terpinggirkan dari masyarakat,” katanya.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan pada 28 November, Uskup Agung Valles memohon doa agar uskup Kalookan memiliki “lebih banyak kekuatan serta ketenangan dan kedamaian dalam situasi sulit ini.”

Uskup David adalah wakil presiden konferensi waligereja dan mungkin menjadi presiden berikutnya setelah Uskup Agung Valles.

Sebelumnya Uskup david menyebut Duterte sebagai “orang yang sangat sakit” setelah dia menjuluki orang-orang kudus Katolik “orang bodoh dan pemabuk.” Uskup David juga mengeluh bahwa perang pemerintah terhadap narkoba telah mengubah keuskupannya menjadi “ladang pembantaian.”

Dia mengatakan dia sangat terganggu oleh serentetan pembunuhan terkait narkoba di yurisdiksinya di utara ibukota Manila, dia telah “kehilangan banyak umat”  karena banyak yang telah meninggal.

Dia semakin vokal mengkritik kebijakan Duterte setelah pembunuhan seorang siswa berusia 17 tahun di Keuskupan Kalookan pada bulan Agustus 2017. Pada 29 November, pengadilan memutuskan tiga polisi bersalah atas pembunuhan Kian Loyd delos Santos.

Uskup David menyambut baik keputusan pengadilan, ia mengatakan bahwa “ini adalah satu pertanda baik bahwa sistem peradilan di negara ini masih berfungsi.”

“Keputusan ini mudah-mudahan akan memberi semangat bagi keluarga dari banyak korban lain yang terbunuh,” kata prelatus itu, sambil menambahkan bahwa saksi lain dalam kasus lain mungkin sebaiknya diputuskan lewat keputusan pengadilan.

Pada bulan Februari 2017, konferensi uskup mengeluarkan surat pastoral yang berisi kata-kata keras untuk mengingatkan umat Katolik bahwa “menyetujui dan berdiam diri di depan kejahatan berarti menjadi kaki tangan dari kejahatan itu.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi