UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup Shao Dibebaskan oleh Pemerintah Cina

Desember 3, 2018

Uskup Shao Dibebaskan oleh Pemerintah Cina

Pastor Lu Danhua (kir) dan Uskup Peter Shao Zhumin sudah dibebaskan oleh otoritas China. Dalam foto ini Lu ketika ditahbiskan oleh Uskup Shao pada 14 Desember 2016. (ucanews.com)

Seorang uskup dan imam bawah tanah dibebaskan oleh Pemerintah provinsi Zhejiang Cina.

Mgr Peter Shao Zhumin dari Keuskupan Wenzhou dan Pastor Lu Danhua dari Keuskupan Lishui dibebaskan masing – masing pada 23 dan 22 November yang lalu.

Mgr Shao ditangkap oleh pihak berwenang pada 9 November dan ditahan selama 14 hari sementara Pastor Lu ditangkap pada 29 Desember tahun lalu dan ditahan selama 11 bulan.

Pastor Lu, yang ditahbiskan oleh Uskup Shao pada tahun 2016, adalah satu-satunya imam di Keuskupan Lishui yang jumlah umatnya sedikit, yang berdekatan dengan Keuskupan Wenzhou.

Sebuah sumber yang disebut Peter mengatakan kepada ucanews.com bahwa pihak berwenang tidak menyebutkan alasan saat penangkapan sang uskup, tetapi hanya mengatakan “keluar untuk berbicara,” sementara Pastor Lu ditahan karena secara ilegal menggelar Misa di Gereja Katolik Qingtian.

Peter mengatakan bahwa Pastor Lu ditahan di sebuah hotel mewah hanya lima menit berjalan kaki dari gerejanya. Hotel ini digunakan untuk mengisolasi dan mengawasi pejabat yang melanggar aturan dan peraturan Partai Komunis China.

“Ketika Pastor Lu ditahan, lebih dari belasan anggota Biro Urusan Agama dan Biro Keamanan Umum Kabupaten Qingtian bergantian untuk menjaganya. Pastor Lu tinggal di sebuah ruangan dan para penjaga mengawasi di luar,” kata Peter.

Dia mengatakan pemerintah Kabupaten Qingtian menangkap imam itu  untuk “membebaskan dia dari Asosiasi Patriotik Katolik China yang dikuasai negara menduduki Gereja Katolik Qingtian.”

Dia mengatakan bahwa Pastor Lu dibebaskan karena saudaranya sakit dan membutuhkan penghiburannya.

Sebuah sumber yang disebut Thomas mengatakan kepada ucanews.com bahwa dia percaya Mgr Shao ditangkap karena Biro Urusan Agama Wenzhou selalu ingin mencari alasan untuk menangkap uskup, tetapi tidak ada cara untuk melakukannya, sehingga mereka “menendang kentang panas” ini ke Biro Yueqing.

Peter mengatakan para pejabat Yueqing telah mengintimidasi uskup untuk melihat apakah sikapnya “telah dilonggarkan.”

Peter juga menunjukkan bahwa pejabat lokal baru-baru ini pergi ke paroki-paroki dan meminta gereja bawah tanah untuk “terbuka” dan bergabung dengan Gereja Katolik  yang disetujui pemerintah.

“Mereka mengatakan bahwa perjanjian sementara Sino-Vatikan [pada pengangkatan para uskup] menyiratkan bahwa mantan paus telah melakukan kesalahan, dan yang sekarang [Paus Fransiskus] telah menarik hukuman untuk delapan uskup ilegal,” kata Peter.

“Namun, Takhta Suci mengatakan bahwa mereka yang meminta pengampunan dan paus menerima mereka kembali ke gereja.”

Dia mengatakan perjanjian sementara telah membuat mereka bingung dan dia pikir itu tidak bisa memperbaiki situasi gereja bawah tanah di Tiongkok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi