UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Reuni 212 dan Ajakan untuk Perubahan Dalam Pilpres, Pileg 2019

Desember 4, 2018

Reuni 212 dan Ajakan untuk Perubahan Dalam Pilpres, Pileg 2019

Ribuan umat Islam memadati pelataran Monumen Nasional (Monas) saat aksi Reuni 212 yang digelar pada 2 Desember. (Foto: Katharina R. Lestari/ucanews.com)

Dalam pidatonya yang disampaikan melalui telepon dari Arab Saudi kepada ribuan umat Islam yang mengikuti aksi Reuni 212 di pelataran Monuman Nasional (Monas) di Jakarta Pusat pada Minggu (2/12), Muhammad Rizieq Shihab mengajak peserta aksi untuk melakukan perubahan dalam pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) yang akan digelar pada April 2019.

Hari itu, sekitar 100.000 umat Islam dari berbagai wilayah di Indonesia – sebagian besar mengenakan pakaian putih dan membawa bendera tauhid berwarna-warni – berkumpul di pelataran Monas untuk mengenang aksi serupa yang digelar pada tanggal yang sama pada 2016 ketika ribuan umat Islam menuntut gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, agar dijebloskan ke penjara atas kasus penodaan agama.

Ahok akhirnya dihukum penjara selama dua tahun karena terbukti menghina Alquran.

“Kami ingin sampaikan amanat perjuangan untuk perubahan … ini amanat perjuangan, bukan kampanye. Ini amanat perjuangan, bukan propaganda politik. Ini amanat perjuangan, bukan politisasi reuni,” kata pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu.

“Amanat perjuangan yang saya maksudkan adalah … ayo di Pilpres dan Pileg 2019 kita wajib berjuang bersama untuk perubahan,” lanjutnya.

Ia mengajak peserta aksi untuk menggaungkan pesannya ke seluruh tanah air.

“Oleh karenanya kami nyatakan tanpa sedikit keraguan, pada saat ini (dan) pada detik ini di acara Reuni Akbar Mujahid 212, bahwasanya di Pilpres dan Pileg 2019, haram kita memilih Capres (calon presiden) dan Caleg (calon anggota legislatif) yang diusung partai-partai pendukung penista agama,” tegasnya.

Pilpres tahun depan melibatkan dua Capres yakni Presiden Joko “Jokowi” Widodo dari Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) dan Prabowo Subianto dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Sementara itu, Pileg mendatang diikuti oleh sekitar 7.968 Caleg dari lebih kurang 20 partai politik.

“Ayo kita pilih Capres dan Cawapres hasil Ijtima Ulama. Ayo kita pilih Caleg yaitu calon anggota dewan hanya dari partai koalisi keutamaan hasil Ijtima Ulama yang siap bela ulama, siap bela bangsa dan siap bela negara,” katanya.

Beberapa tokoh juga hadir dalam aksi itu termasuk Prabowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan ia harus mematuhi peraturan terkait pelaksanaan Pilpres dan Pileg tahun depan.

“Saya tidak boleh kampanye. Jadi saya hanya ingin mengucapkan terima kasih bahwa saya diundang hari ini oleh panitia. Ini kehormatan bagi saya, ini kebanggaan bagi saya,” katanya.

Seorang peserta aksi, Sutarjad, mengklaim bahwa umat Islam selama ini diabaikan.

“Mudah-mudahan dengan aksi ini, kita satu tujuan, bisa memilih (pemimpin) yang lebih baik,” katanya kepada ucanews.com.

Sementara itu, Gun Gun Heryanto, seorang pakar komunikasi politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa aksi itu tidak bisa dilepaskan dari konteks politik.

“Bagi saya, gerakan 212 sejak 2016 – waktu itu atmosfernya Pilkada DKI – hingga sekarang tidak bisa dilepaskan dari konteks politik. Ya memang mungkin tidak seluruh orang yang datang politis, tetapi setting, konteks, panggung dari penyelenggaraan itu tidak bisa dilepaskan dari kontestasi yang sekarang berlangsung maupun 2016 menjelang Pilkada DKI,” katanya kepada ucanews.com.

“Kalau kita perhatikan, misalnya siapa yang datang tadi, juga kubu Pak Prabowo,” katanya. “Artinya ya secara normatif saya ingin katakan bahwa arus utama dari (aksi) 212 itu adalah tentu di luar kubu Pak Jokowi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi