UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Ulama Garis Keras Pakistan Terancam Pidana Seumur Hidup

Desember 4, 2018

Ulama Garis Keras Pakistan Terancam Pidana Seumur Hidup

Khadim Hussain Rizvi (kedua kanan), pemimpin Tehreek-e-Labaik Pakistan (TLP), sebuah kelompok garis keras partai politik Islam, memimpin shalat Jumat bersama pendukungnya saat protes menentang keputusan Mahkamah Agung yang membebaskan Asia Bibi dari tuntutan penistaan di Lahore, 2 November 2018. (Foto: Arif Ali/AFP)

Pakistan telah mendakwa seorang ulama garis keras sebagai penghasut dan terorisme karena melancarkan protes-protes keras setelah tahanan hukuman mati yang beragama Katolik, Asia Bibi, baru-baru ini dibebaskan dari dakwaan penodaan agama.

Khadim Hussain Rizvi, pemimpin kelompok garis keras Tehreek-Labaik Pakistan (TLP), turun ke jalan tak lama setelah pengadilan tertinggi Pakistan memerintahkan pembebasan Bibi dalam keputusan penting pada 30 Oktober.

Para demonstran melumpuhkan negara selama tiga hari, memaksa pemerintah untuk membuat perjanjian tertulis.

Tetapi tiga minggu kemudian, Rizvi dan ratusan pemimpin TLP ditahan pada 24 November dalam tindakan keras yang dilakukan secara diam-diam.

“Tindakan hukum telah dilakukan terhadap Khadim Hussain Rizvi dan para pemimpin tertinggi TLP di bawah undang-undang anti-terorisme dan provokasi,” kata Fawad Chaudhry, dari kementerian penyiaran dan informasi Pakistan, pada konferensi pers di Lahore pada 1 Desember.

“Semua yang secara langsung terlibat dalam perusakan properti negara, yang menyebabkan kerugian 50 juta rupee [US $ 360.000], dan mengganggu ketentraman warga akan dituntut di bawah tuduhan terorisme di kantor polisi,” kata Chaudhry.

“Secara keseluruhan, 2.899 orang dari Punjab telah dibawa ke tahanan, 139 orang dari Sindh dan 126 telah ditangkap di Islamabad,” katanya.

Jika terbukti, para tersangka dapat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di bawah tuduhan provokasi dan terorisme, tambahnya.

“Politisi TLP bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga bertentangan dengan konstitusi. TLP berusaha melumpuhkan negara dan bermain dengan kehidupan dan properti orang.”

Afzal Qadri, seorang pemimpin senior dari TLP, memprovokasi para pengikutnya untuk memberontak terhadap pemimpin militer Jenderal Qamar Javed Bajwa dan mengatakan hakim Mahkamah Agung yang memerintahkan pembebasan Asia Bibi pantas mati.

Bibi dijatuhi hukuman mati pada tahun 2010 atas tuduhan melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad ketika bertengkar dengan seorang petani Muslim.

Dia ditahan di sel isolasi sejak dijatuhi hukuman. Bibi secara konsisten membantah tuduhan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi