UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Duterte Katakan Uskup Filipina Layak Dibunuh

Desember 6, 2018

Duterte Katakan Uskup Filipina Layak Dibunuh

Presiden Rodrigo Duterte kembali menyerang para pemimpin gereja Katolik dalam sebuah pidato di istana presiden pada 5 Desember. (Foto: Biro Komunikasi Presiden)

Para uskup Katolik di Filipina mengecam keras pernyataan Presiden Rodrigo Duterte yang mengatakan mereka layak untuk dibunuh. Salah satu uskup bahkan mencapnya sebagai presiden pembunuh.

Dalam pidato pada 5 Desember di istana kepresidenan di Manila, Duterte mengatakan para uskup di negara yang sangat Katolik itu tidak berguna karena mengkritik pemerintahannya, yang mulai berkuasa sejak Juni 2016.

“Para uskup, semua uskup ini, bunuh mereka,” kata Duterte. “Kelompok bodoh ini tidak memiliki tujuan- yang bisa mereka lakukan adalah mengkritik.”

Dalam pidato lain di hari yang sama, Duterte mengulangi serangan sebelumnya pada Gereja Katolik, menggambarkannya sebagai lembaga yang munafik.

“Sebagian besar imam di sana adalah homoseksual,” katanya. “Hampir 90 persen dari kalian. Jadi, jangan menganjarkan moralitas pada saya.”

Presiden juga menjelaskan bahwa meski dia bukan ateis, dia tidak memiliki “Tuhan yang sama” seperti yang diyakini Katolik.

“Saya tidak pernah mengatakan saya tidak percaya pada Tuhan,” kata Duterte. “Apa yang saya katakan adalah Tuhan kalian bodoh. Tuhan saya punya akal sehat. Itulah yang saya katakan kepada para uskup; Saya tidak pernah mengatakan saya adalah seorang ateis. ”

Duterte menambahkan bahwa dia tidak dapat berhasil dalam hidup tanpa Tuhan.

Beberapa uskup bereaksi terhadap apa yang mereka sebut sebagai himbaun berbahaya dari presiden untuk membunuh mereka.

“Ini mengkhawatirkan yang datang dari pikiran psikotik,” kata Uskup Arturo Bastes dari Sorsogon, menambahkan bahwa provokasi semacam itu tidak boleh dianggap enteng.

“Ini seharusnya tidak lagi dianggap sebagai lelucon,” kata prelatus itu, dan menambahkan bahwa para pejabat politik seharusnya memperingatkan Duterte agar tidak memicu kekerasan.

Uskup Bastes mengatakan Presiden Duterte telah menjadi “seorang pembunuh yang gila.”

Uskup Auksilier Manila, Broderick Pabillo, mengatakan siapa pun yang meminta orang lain untuk dibunuh bukanlah pemimpin sejati.

“Dia menghasut orang-orang untuk melawan hukum,” kata uskup Manila itu. “Saya harap dia bercanda atau dia sudah benar-benar gila.”

Uskup Ruperto Santos dari Balanga mengatakan presiden sudah kehilangan otoritas moral dengan seruannya yang tak berperasaan, penuh kebencian dan berbahaya untuk membunuh para uskup.

“Pernyataannya mempermalukan dirinya sendiri dan mengecewakan semua warga negara yang takut akan Tuhan,” kata Uskup Santos.

Pernyataan-pernyataan presiden yang memicu kekerasan muncul setelah peringatan ulangtahun pertama pembunuhan pastor Marcielo Paez yang masih belum terselesaikan yang terjadi pada tanggal 4 Desember 2017, di provinsi Nueva Ecija.

Awal tahun ini, dua imam Katolik lainnya – Pastor Mark Ventura dan Pastor Richmond Nilo – juga dibunuh oleh orang-orang bersenjata tak dikenal.

Duterte telah berulang kali menyerang para pemimpin Katolik, terutama mereka yang sangat vokal menentang kampanye anti-narkotika pemerintah yang telah mengakibat sekitar 20.000 orang menjadi korban pembunuhan di luar hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi