UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Imam AS Ditangkap di Filipina Atas Dugaan Pelecehan Seksual

Desember 7, 2018

Imam AS Ditangkap di Filipina Atas Dugaan Pelecehan Seksual

Pastor AS Kenneth Bernard Hendricks ditangkap di Naval, provinsi Biliran atas dugaan pelecehan seksual. (Foto: Biliran Blogs)

Seorang imam berkebangsaan Amerika Serikat (AS) yang menjadi misionaris  di Filipina Tengah ditangkap pada 5 Desember karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan anak laki-laki selama empat dekade terakhir.

Polisi dan pejabat imigrasi Filipina serta agen Keamanan Dalam Negeri AS menangkap Pastor Kenneth Bernard Hendricks, 78, di dalam gereja Katolik di Naval, sebuah kota di provinsi Biliran.

Pengadilan Distrik Ohio, AS, mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada imam itu pada 11 November dengan tuduhan melakukan perilaku seksual terlarang di negara asing, yang merupakan tindakan kejahatan menurut  hukum di AS.

Direktur polisi Julius Coyme dari Biliran mengatakan, Pastor Hendricks “tidak melawan saat penangkapan.”

Polisi kemudian mengungkapkan bahwa kemungkinan  50 korban, yang sebagian besar adalah anak-anak berumur 12 tahun yang melayani sebagai petugas liturgi dan putra altar.

Sebuah laporan sebelumnya mengatakan dua anak telah mengajukan kasus terhadap imam itu pada 9 November karena dugaan kekerasan seksual.

Juru bicara imigrasi Dana Sandoval mengatakan,  imam itu diduga memaksa mandi bersama dengan anak-anak dan melecehkan  korbannya saat mereka sendirian atau bersama orang lain.

Pada 6 Desember, Pastor Hendricks menjalani proses deportasi di Manila.

Umat Katolik  dari keuskupan Angkatan Laut menyatakan kaget ketika mengetahui tuduhan terhadap imam itu.

Sejarawan lokal Rolando Borrinaga, teman dekat pastor itu, mengatakan dia hanya mengetahui tentang kasus ini dan penangkapan Pastor Hendricks dari laporan berita.

“Berita itu adalah kasus kekerasan lain dari apa yang saya ketahui tentang pria itu sejak masa kanak-kanak,” kata Borrinaga, mantan putra altar imam, yang menambahkan bahwa dia “sangat terkejut” dengan penangkapannya.

Sejarawan itu mengatakan bahwa Pastor Hendricks, yang dia jumpa terakhir  tahun 2014, dulunya adalah seorang frater Fransiskan sebelum menjadi seorang imam.

Dalam blog 2014 Borrinaga menulis tentang sebuah museum yang didirikan oleh imam di Keuskupan Angkatan Laut.

 Catholic News Agency melaporkan bahwa imam itu adalah mantan Fransiskan dan anggota OFM  Provinsi  St. Yohanes Pembaptis Keuskupan Agung Cincinnati.

Keuskupan Angkatan Laut tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar  oleh ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi