UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Aktivis dan Mahasiswa Papua yang Ditahan Telah Dibebaskan

Desember 20, 2018

Aktivis dan Mahasiswa Papua yang Ditahan Telah Dibebaskan

Polisi merampas sejumlah poster yang dibawa para demostran saat mereka menandai 57 tahun Trikora di Jayapura, Papua.

Para aktivis dan mahasiswa Papua yang ditangkap dan ditahan oleh polisi telah dibebaskan menyusul aksi protes untuk menandai 57 tahun Tri Komando Rakyat (Trikora) pada 19 Desember.

Hampir 1.000  aktivis dan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Solidaritas Persatuan Papua Barat turun ke jalan  di berbagai kota di Papua, Jawa, Sulawesi dan Bali untuk mengadakan demontrasi.

“Lebih dari 100 demonstran ditangkap dan 16 orang ditahan. Namun, hari ini mereka telah dibebaskan,” kata Ones Suhuniap kepada UCAN Indonesia.

Suhuniap, yang juga aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mengatakan orang Papua mengecam Trikora yang menjadi awal mula munculnya pelanggaran HAM di daerah paling timur Indonesia itu.

Trikora merupakan sebuah operasi militer berskala penuh dan terbesar yang pernah dilakukan oleh Indonesia. Tujuannya hanya satu, yakni merebut Irian Barat agar kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

“Berikan kebebasan dan hak kami untuk menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokrasi bagi orang Papua,” kata Suhuniap.

Dorlince Iyowau Dorlince, koordinator Mahasiswa Papua di Jawa-Bali,  mengatakan dalam Aksi Damai Hari Trikora di Jawa dan Bali sebanyak 64 mahasiswa ditangkap namun mereka telah dibebaskan.

“Aksi protes untuk menandai 57 Trikora tahun ini lebih meluas ke berbagai daerah di Indonesia dan juga banyak tindakan yang lebih represif dari aparat keamanan kepada para demonstran yang melakukan aksi damai,” katanya.

 

Puluhan demonstran dari aktivis dan mahasiswa Papua  membawa spanduk dan poster dalam aksi protes di Jayapura, Papua, menandai 57 tahun Trikora.

 

Para aktivis dan mahasiswa Papua juga mengeluarkan pernyataan pikap dengan  mendesak pemerintah untuk “menarik aparat TNI dan Polri dari Tanah Papua sebagai syarat damai.”

Mereka juga mendesak pemerintah untuk mengizinkan para jurnalis asing, para pekerja HAM  masuk ke  Papua.

Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah untuk menutup semua perusahaan asing yang merupakan dalang kejahatan kemanusiaan di Papua termasuk Freeport.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi