UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pengadilan India Tolak Gugatan Imam Yesuit

Desember 20, 2018

Pengadilan India Tolak Gugatan Imam Yesuit

Anggota masyarakat adat Indian meneriakkan slogan-slogan selama demonstrasi di Mumbai pada Oktober yang menuntut hak atas tanah dan isu-isu lainnya. (Punit Paranjpe/AFP)

Pengadilan tinggi di negara bagian Maharashtra, India, menolak untuk membatalkan sebuah kasus terhadap seorang imam Yesuit yang berusia 82 tahun yang dituduh membantu gerakan Maois yang dilarang.

Pengadilan Tinggi Bombay menolak permohonan Pastor Stanislaus Lourdusamy SJ untuk membatalkan kasus tersebut, dengan tujuan agar dakwaan ditiadakan berdasarkan pendapat bahwa dia hanya menjadi tersangka sampai penyelidikan tuntas, kata pejabat gereja mengutip dokumen pengadilan yang mereka terima pada 17 Desember.

Tuduhan terhadap imam, termasuk hasutan, diajukan di bawah hukum ketat yang meliputi pencegahan apa yang disebut ‘kegiatan melawan negara”.

Pada bulan Agustus tahun ini, polisi negara bagian Maharashtra menggeruduk rumah sembilan aktivis hak asasi manusia, termasuk rumah imam itu, dan menghubungkan mereka dengan bentrokan kekerasan bulan Januari 2018 antara suku Dalits yang miskin secara sosial yang sebelumnya dikenal sebagai ‘orang tak tersentuh’ dan umat Hindu kasta atas di desa Bhima Koregaon negara bagian itu.

Polisi menduga insiden itu, yang menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 30 polisi, dibantu oleh Maois yang terlibat dalam kegiatan subversif.

Pastor Stanislaus Lourdusamy SJ

 

Polisi juga menghubungkan sembilan pegiat hak asasi manusia itu dengan sebuah pertemuan publik, yang diselenggarakan di kota Pune negara itu, 31 Desember 2017, sebelum bentrokan-bentrokan hebat terjadi. Lima dari mereka jadikan tahanan rumah. Empat lainnya, termasuk pastor itu, belum ditangkap.

Polisi mengatakan mereka juga sedang menyelidiki apakah ada keterlibatan para pekerja hak dalam sebuah komplotan untuk membunuh Perdana Menteri India Narendra Modi.

Pastor Lourdusamy, yang dikenal sebagai Stan Swamy, tinggal dan bekerja di negara bagian Jharkhand dan belum pernah mengunjungi negara bagian Maharashtra selama bertahun-tahun, kata koleganya Pastor Davis Solomon, SJ.

“Sangat disayangkan dia dicurigai dalam kasus ini,” kata Pastor Solomon kepada ucanews.com.

Pengacara Mihir Desai, mewakili Lourdusamy, mendesak pengadilan untuk membatalkan kasus terhadapnya mengingat usia lanjut dan bahwa ia lebih baik disebut sebagai tersangka daripada sebagai terdakwa, kata laporan media.

Aruna Kamat Pai, yang mewakili polisi, menegaskan bahwa penyelidikan belum selesai.

Pastor Lourdusamy merupakan anggota organisasi yang disebut Komite Solidaritas Tawanan Teraniaya dan tahanan di Jharkhand termasuk Maois yang ditangkap.

Pada bulan September, dia menggambarkan kasus yang dituduhkan terhadapnya sebagai “rekaan dan tuduhan palsu.”

Imam itu telah berjuang untuk menciptakan kesadaran di antara orang-orang suku dan warga Dalit tentang hak-hak mereka atas tanah dan mineral bawah tanah mereka.

“Saya khawatir kegiatan-kegiatan saya ini telah membuat marah pemangku kepentingan kuat di dalam pemerintahan,” katanya.

Imam itu juga mengeluhkan selain kasus hasutan yang tidak jelas terhadap dirinya, pihak berwenang sekarang sedang mencoba untuk menghubungkannya dengan organisasi yang dilarang.

 

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi