UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup Agung Baru Hanoi Diharapkan Bisa Hadapi Pemerintah

Desember 20, 2018

Uskup Agung Baru Hanoi Diharapkan Bisa Hadapi Pemerintah

Uskup Agung Joseph Vu Van Thien merayakan pengukuhan sebagai gembala baru Keuskupan Agung Hanoi di Gereja Katedral St Yosep pada 18 Desember. (Foto: Keuskupan Agung Hanoi)

Uskup agung baru untuk Keuskupan Agung Hanoi, ibu kota Vietnam, dilantik di tengah-tengah konflik dengan antara keuskupan dengan pemerintah atas bekas harta milik gereja.

Mgr Joseph Vu Van Thien, 58, pada 18 Desember diumumkan sebagai uskup agung keenam di Katedral St. Joseph, Hanoi.

Hadir dalam Misa Khusus itu adalah Uskup Agung Marek Zalewski, perwakilan non-residen Vatikan untuk Vietnam, dan Mgr Antoine Camilleri, sekretaris Kedutaan untuk Hubungan Takhta Suci dengan Negara Vietnam.

Mgr Camilleri mengadakan kunjungan resmi ke Vietnam untuk memulai pembicaraan dengan pemerintah mengenai hubungan antara Vatikan dan Vietnam.

Kardinal Peter Nguyen Van Nhon, Uskup Agung Emeritus  Hanoi, Uskup Agung Joseph Nguyen Chi Linh, ketua Konferensi Waligereja Vietnam, dan para uskup lainnya, serta ribuan imam, umat Katolik dan umat awam lainnya  juga menghadiri upacara tersebut.

“Saya sangat senang disambut hangat oleh Anda semua,” kata Uskup Agung Thien pada suatu pertemuan di ibu kota Vietnam itu sebelum Misa dimulai.

“Saya merasa tersentuh akan cintamu untukku hari ini.”

Dia menekankan bahwa para pemimpin gereja harus melayani semua orang sesuai dengan semangat pelayanan Yesus.

“Saya datang ke sini sebagai pelayan yang dikirim untuk menerima keuskupan agung seperti keluarga saya,” katanya.

“Saya butuh doa, solidaritas, dan dukungan untuk misi baruku.”

Uskup Agung Thien menambahkan bahwa dia akan gagal dalam misinya jika dia tidak bekerja sama dengan semua umat Allah.

“Tolong doakan saya untuk memohon rahmat kebijaksanaan, keberanian dan kekuatan untuk mengenali kehendak Tuhan dan memenuhi harapan  dari para domba ,” katanya.

Beberapa umat Katolik mengatakan kepada ucanews.com bahwa Uskup Agung Thien diharapkan untuk  membantu menyelesaikan sengketa yang sedang berlangsung antara keuskupan agung dan pemerintah atas bekas harta milik gereja yang disita.

Mereka mengatakan, Uskup Agung Thien memperoleh pengalaman praktis tentang bagaimana menangani masalah-masalah yang melibatkan bekas properti dan fasilitas gereja sewaktu  melayani selama 16 tahun di keuskupan di kota pelabuhan Hai Phong.

Di sana ia mengambil kembali kepemilikan Tempat Ziarah Martir Hai Dương, bekas rumah untuk pensiunan pastor, dan gedung Seminari Menegah Ba Dong.

Sekarang uskup agung Hanoi juga menahbiskan sekitar 70 imam, membuka 40 paroki baru, mendirikan kembali  organisasi – organisasi Katolik dan mempromosikan kegiatan amal.

Tiga belas imam dari Hanoi, pada  7 Desember melakukan dialog resmi mengenai  berbagai pembangunan pemerintah di sekolah  milik gereja yang lama dengan para pejabat dari Komite Rakyat Distrik Hoan Kiem.

Para imam mengatakan distrik itu telah melanggar kepemilikan hak sah gereja dan mengabaikan petisi mendesak  terhadap proyek pembangunan yang diajukan bulan lalu .

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi