UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kardinal Quevedo Minta Orang Kristen Dukung Otonomi Muslim Mindanao

Januari 10, 2019

Kardinal Quevedo Minta Orang Kristen Dukung Otonomi Muslim Mindanao

Kardinal Orlando Quevedo dari Cotabato, Filipina.

Kardinal Orlando Quevedo dari Cotabato menyerukan umat Kristiani untuk mendukung usulan pembentukan wilayah Otonomi Muslim  di Filipina bagian selatan, dengan mengatakan pihaknya akan menangani “ketidakadilan historis” yang dilakukan terhadap penduduk Mindanao.

Dia mengatakan yang sangat disayangkan bahwa banyak orang Kristen di wilayah itu ingin menolak undang-undang (UU)  yang bertujuan  memfasilitasi pembentukan  entitas politik baru bagi warga  Moro.

Pemungutan suara  dijadwalkan di Mindanao pada 21 Januari untuk meratifikasi Undang-Undang Organik Bangsamoro yang memperluas Daerah Otonomi di Mindanao.

UU  tersebut, yang ditandatangani oleh Presiden Rodrigo Duterte pada Juli tahun lalu, akan memberikan otonomi khusus yang lebih besar bagi kawasan itu, serta  pemerintah daerah, parlemen, dan sistem peradilan yang lebih kuat.

Wilayah ini akan meliputi sejumlah provinsi – Tawi-Tawi, Sulu, Basilan, Maguindanao, dan Lanao del Sur.

Ditambahkan ke wilayah ini adalah enam kota di provinsi Lanao del Norte, 39 desa di provinsi Cotabato, serta kota Isabela dan kota Cotabato.

Sementara dia mendukung pembentukan  wilayah baru itu, Kardinal Quevedo mengatakan sebagian besar orang Kristen di Mindanao menentang proposal itu karena “bias yang dalam” dan “berprasangka” terhadap umat Muslim.

Dia mengatakan tidak ada yang perlu mereka takutkan karena pembentukan wilayah untuk orang Moro akan memulihkan identitas wilayah itu, dan kedaulatan mereka.

Dia mencatat bahwa alih-alih mengklaim seluruh Mindanao, warga  Moro “harus memiliki penentuan nasib sendiri di wilayah utama dari (wilayah otonom) saat ini.”

Kardinal Quevedo juga mengatakan bahwa kelompok pemberontak, Front Pembebasan Islam Moro, telah membahas dengan orang-orang Kristen tentang pembentukan “komunitas pendatang” untuk non-Muslim di wilayah yang diusulkan.

Kardinal, yang akan pensiun sebagai anggota voting dari College of Cardinals pada Maret, mengharapkan populasi Muslim untuk mendukung pembentukan wilayah baru.

Dia mengatakan dia mendorong orang untuk “memilih berdasarkan pilihan dan berdasarkan informasi tentang kebaikan dan kerugian dari UU  Organik Bangsamoro.”

 

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi