UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Puji Bunda Teresa Dalam Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia

Januari 10, 2019

Paus Puji Bunda Teresa Dalam Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia

Dalam foto yang diambil 2 Desember 2017 ini, foto Paus Fransiskus dan Bunda Teresa terpampang ketika seorang biarawati berjalan melewati Gereja Rosario Suci sebelum sebuah pertemuan antara Paus Fransiskus dengan para imam dan novis di Dhaka. (Foto: Munir Uz Zaman/AFP)

Melayani orang sakit dan kaum marginal dengan sepenuh hati adalah cara terbaik untuk melawan budaya boros dan ketidakpedulian yang berusaha menguasai dan memanipulasi kehidupan.

Dalam pesan untuk Hari Orang Sakit Sedunia yang setiap tahun dirayakan pada 11 Februari, Paus Fransiskus mengatakan kehidupan adalah “karunia dari Allah” yang “paling tepat untuk melawan individualisme dan fragmentasi sosial saat ini.”

“Karena merupakan karunia, hidup manusia tidak bisa dikurangi menjadi hak milik seseorang atau properti privat khususnya dalam hal perkembangan medis dan bioteknologi yang bisa mencobai kita untuk memanipulasi ‘pohon kehidupan,’” kata Paus dalam pesannya yang dirilis Vatikan pada Selasa (8/1).

Perayaan utama Hari Orang Sakit Sedunia di kalangan umat Katolik tahun ini akan diadakan di Kolkata, India. Di sana Bunda Teresa yang dikanonisasi pada 2016 memulai pelayanannya kepada orang sakit dan miskin.

Santa Teresa dari Kolkata, kata Paus, “adalah model amal kasih” yang pelayanannya kepada orang sakit dan kaum marginal “masih bersama kita saat ini dan menjadi saksi nyata akan kedekatan Allah dengan orang termiskin dari orang-orang miskin.”

Teladan yang diberikan oleh biarawati asal Albania dan yang dikenal sebagai “Orang Suci dari Selokan” itu, lanjut Paus, membantu umat Kristen memahami bahwa “satu-satunya kriteria aksi kita haruslah cinta kasih tanpa pamrih untuk setiap orang, tanpa membedakan bahasa, budaya, suku atau agama.”

“Teladannya terus menjadi panduan bagi kita dengan membuka wawasan kebahagiaan dan pengharapan bagi semua orang yang membutuhkan pemahaman dan cinta kasih yang lembut dan khususnya bagi orang-orang yang menderita,” kata Paus Fransiskus.

Aksi solidaritas yang dilakukan oleh individu-individu juga berdampak pada masyarakat luas dan pilihan politik, kata Paus. Misalnya – dengan memberi penghormatan kepada orang-orang yang meninggal dunia di pinggir jalan – Bunda Teresa “membuat suaranya didengar oleh para penguasa di dunia ini sehingga mereka bisa mengakui kesalahan mereka – kejahatan! – akan kemiskinan yang diciptakan mereka.”

Merefleksikan tema peringatan yang diambil dari Injil St. Matius – “Kamu Memperoleh Dengan Cuma-Cuma; Berikanlah Pula Dengan Cuma-Cuma!” – Paus Fransiskus mengatakan melayani orang sakit “memerlukan profesionalisme, kelemahlembutan, gestur mudah dan sederhana yang diberikan secara cuma-cuma, seperti belaian yang membuat orang lain merasa dicintai.”

“Karunia” itu berbeda dengan pemberian hadiah karena karunia memerlukan pemberian diri secara cuma-cuma dan hasrat untuk membangun sebuah hubungan,” kata Paus. “Karunia merupakan pengakuan akan orang lain berlandaskan pada masyarakat” dan merupakan “sebuah refleksi akan cinta kasih Allah.”

Paus Fransiskus mengatakan bersikap baik kepada orang sakit dan miskin berasal dari kerendahan hati dan pengakuan bahwa sepanjang hidupnya, setiap orang pernah menjadi orang yang “miskin, membutuhkan dan berkekurangan.”

“Ketika kita lahir, kita membutuhkan perhatian dari orangtua kita untuk bertahan hidup, dan dalam setiap tahap kehidupan kita masih bergantung pada bantuan orang lain,” kata Paus. “Kita akan selalu menyadari keterbatasan kita, sebagai ‘makhluk hidup,’ di hadapan individu-individu dan dalam berbagai situasi.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi