UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Merasa Diperhatikan Gereja, Pengungsi di Vietnam Memilih Dibaptis

Januari 15, 2019

Merasa Diperhatikan Gereja, Pengungsi di Vietnam Memilih Dibaptis

Pastor Peter Phan Kim Huan menyerahkan lilin kepada umat paroki Hmong selama upacara pembaptisan di Lai Chau, Vietnam, pada 19 Desember 2018. (Foto: Peter Truong/ucanews.com)

Joseph Sung A Phia, seorang warga etnis Hmong, memutuskan untuk memeluk Agama Katolik setelah orang-orang Katolik memberinya bantuan makanan dan pakaian saat ia jatuh miskin akibat banjir yang menghancurkan rumahnya di Provinsi Lai Chau, Vietnam

Namun, bukan hanya karena kedermawanan orang-orang Katolik yang menjadi alasannya dibabtis.

Ia mengatakan pengalaman bertemu dengan orang-orang Katolik yang membuka tangan untuk diri dan keluarganya, meskipun kenyataannya mereka bukan orang Kristen dan bahwa mereka mengenakan pakaian compang-camping, menunjukkan kepadanya bahwa Agama Katolik adalah “sebuah agama kasih.”

“Saya sangat senang mengenal Tuhan dan telah menjadi salah satu dari anak-anak-Nya. Saya berharap akan menghabiskan sisa hidup saya untuk memuji dan menghormati-Nya,” kata pria 77 tahun itu kepada ucanews.com.

“Kami sangat berterima kasih kepada orang-orang Katolik yang menghibur kami dan menawari kami makanan, pakaian, dan selimut, dan memungkinkan kami untuk tinggal bersama mereka setelah banjir parah merusak rumah kami Juni lalu,” tambahnya.

Para tetangga Phia mengatakan, saat ini ia jarang meninggalkan rumah tanpa mengenakan rosario di lehernya. Mereka juga menyebut bahwa ia rutin menghadiri doa bersama pada akhir pekan di rumah keluarga Katolik di lingkungannya.

Keluarga Phia termasuk di antara 10 keluarga etnis Hmong yang dibaptis oleh Pastor Peter Phan Kim Huan di Paroki Lai Chau pada 19 Desember. Total yang dibabtis saat itu adalah 62 orang.

Mereka berasal dari Stasi Ho Mit dan Trung Dong di Distrik Tan Uyen. Itu berarti mereka harus menempuh perjalanan 70-100 kilometer untuk menghadiri acara pembaptisan.

Sejak stasi itu didirikan pada Natal 2016, jumlah umat Katolik Hmong yang menghadiri ibadat telah melonjak dari 70 menjadi 230 orang, kata Pastor Huan.

Pastor  Peter Huan (kiri) menyerahkan rumah baru kepada  Joseph Sung A Dua pada 2o Desember 2018. (Foto: Peter Truong/ucanews.com)

 

Imam itu, yang menyediakan pelayanan pastoral bagi 2.400 umat Katolik setempat, mengatakan banyak umat beriman berkumpul di rumah-rumah untuk berdoa pada Hari Minggu karena mereka tidak memiliki kapel.

Pihak berwenang di negara ateis dan komunis itu tidak mengakui adanya praktek keagamaan atau mengizinkan para pastor dari wilayah yurisdiksi lain melakukan kunjungan pastoral kepada umat di tempat lain.

“Mereka menunjukkan betapa kuatnya iman mereka dengan berani mendirikan altar di rumah mereka untuk memuji Tuhan dan dengan mengenakan rosario di leher mereka,” katanya.

Mereka mempelajari Katekismus dalam bahasa asli Hmong dan menyebarkan iman mereka kepada teman-teman dan kerabat, tambahnya.

Pastor Huan, 62, mengatakan umat Katolik etnis Hmong menghargai upaya gereja untuk membantu mereka mengatasi banyak kesulitan yang dipicu oleh banjir pada musim panas lalu. Sekitar 50 keluarga yang rumahnya hancur.

Setelah banjir, pihak berwenang melunakkan aturan dengan mengizinkan para pastor mengadakan kunjungan untuk memberi bantuan kemanusiaan. Ia juga mendampingi para donatur dari daerah lain untuk ikut bergabung bersamanya menawarkan bantuan.

“Kami membangun 14 rumah untuk mereka yang rumahnya hancur total karena banjir. Setiap rumah berukuran 50 meter persegi dan biayanya sekitar 90 juta dong (setara 55 juta rupiah)”, kata Pastor Huan.

Ia menambahkan, biaya itu ditanggung oleh lembaga amal gereja, Caritas Vietnam dan donatur lainnya.

Ia mengatakan, menyediakan kebutuhan dasar untuk para korban bencana alam terbukti menjadi cara penginjilan yang paling berhasil di daerah itu.

Joseph Sung A Dua, 40, mengatakan sembilan anggota keluarganya harus tinggal di tenda berukuran enam meter persegi selama berbulan-bulan setelah banjir berlalu.

“Pastor Huan membangun rumah baru seluas 60 meter persegi untuk kami bulan lalu. Kami sangat senang tinggal di tempat yang begitu besar dengan toilet yang bagus,” katanya.

Keluarga Hmong yang rumahnya dihantam banjir masih tinggal tenda-tenda di Lai Chau, Barat daya Vietnam pada December 2018. (Foto: Peter Truong/ucanews.com)

 

“Tuhan mengutus Pastor Huan untuk membantu kami di saat kami membutuhkan (bantuan), sehingga kami percaya pada Tuhan dan mengikuti-Nya.”

Keluarga Dua lainnya telah dibabtis menjadi Katolik pada bulan Desember.

Pastor Joseph Nguyen Tien Lien adalah Pastor Paroki Mai Yen, yang melayani 1.200 umat Katolik di provinsi tetangga, Son La.

Ia mengatakan 50 warga etnis Hmong, tidak termasuk anak-anak, memutuskan menjadi Katolik pada saat Natal 2018.

Jika dihitung jumlah yang memeluk Katolik sejak Oktober 2017 ia mulai bekerja di tengah-tengah orang etnis Hmong, maka jumlahnya menjadi sekitar 250 orang, katanya.

Para pelayan gereja fokus pada kegiatan amal dan berbagai cara meningkatkan taraf kehidupan masyarakat lokal di daerah terpencil, tambahnya.

Tetapi, menurut dia, tidak semua komunitas Katolik di provinsi ini telah mendapat pengakuan resmi dari pemerintah, meskipun Keuskupan Hung Hoa menuntut pengakuan seperti itu selama satu dekade terakhir.

Pastor Peter Pham Thanh Binh, Ketua Komite Keuskupan untuk Etnis Minoritas mengatakan, keuskupan memprioritaskan pelayanan bagi kelompok etnis yang terjerembabdalam kemiskinan. Dan, kata dia, saat ini mereka melayani seperempat juta umat Katolik di sembilan provinsi di pegunungan.

Gereja telah memenangkan hati dan pikiran orang-orang yang sebelumnya memandang Katolik sebagai “agama asing” dengan cara membangun jalan-jalan beton, rumah-rumah dan fasilitas lainnya, dan menyediakan listrik serta air minum, katanya.

Gereja juga menyediakan bantuan darurat, pendidikan, dan perawatan kesehatan bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil, tambahnya.

Di bagian lain Vietnam, gereja telah meluncurkan kursus bahasa untuk orang Katolik etnis Hmong sebagai cara mendorong mereka untuk terlibat dalam penginjilan.

Beberapa imam memperkirakan bahwa sebanyak 1.000 orang Hmong dari lima provinsi, yakni Dien Bien, Lai Chau, Lao Cai, Son La dan Yen Bai bergabung dengan gereja pada 2018.

Sekarang ada sekitar 1,2 juta warga etnis Hmong yang tinggal di Vietnam, menurut perhitungan berbagai kelompok.

Pastor Huan mengatakan banyak warga Hmong beralih ke Agama Katolik karena mereka mencari bantuan di saat-saat sulit, dan gereja memberikan dukungan materi dan spiritual.

“Mereka sepenuhnya percaya pada pemeliharaan Tuhan. Mereka saling mencintai dan membantu dalam situasi sulit, dan mereka optimis tentang masa depan,” kata imam itu.

Phia mengatakan dia biasa memberi sesajian dan membakar dupa untuk leluhurnya setiap kali salah satu kerabatnya jatuh sakit. Itu adalah bagian dari sistem kepercayaan tradisional untuk meminta bantuan mereka yang ada di alam baka.

“Sekarang saya percaya, saya akan bersama Tuhan di Surga setelah saya meninggal,” katanya.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi