UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat Katolik di Flores Bergerak Atasi Wabah Demam Berdarah

Januari 16, 2019

Umat Katolik di Flores Bergerak Atasi Wabah Demam Berdarah

Para siswa Sekolah Menengah Kejuruan Stella Maris Labuan Bajo terlibat dalam kegiatan membersihkan lingkungan, sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran lebih lanjut wabah demam berdarah. (Foto: Romo Kornelis Hardin)

Umat Katolik di Flores ikut serta dalam upaya memerangi wabah demam berdarah dengue menyusul kenaikan tajam jumlah kasus yang dilaporkan di Kabupaten Manggarai Barat dalam beberapa bulan terakhir.

Kementerian Kesehatan telah menyatakan bahwa wilayah itu sebagai yang terparah diserang penyakit ini.

Demam berdarah, penyakit tropis yang dipicu oleh gigitan nyamuk aedes betina menewaskan lima orang di kabupaten itu dari Oktober hingga Desember, sementara ratusan lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Ada peningkatan tajam dalam jumlah penderita dari 161 orang pada 2017 menjadi 539 pada 2018. Sekitar 441 kasus tahun lalu dilaporkan terjadi pada September hingga Desember.

Bulan ini sudah tercatat 167 infeksi baru, demikian menurut Dominikus Hawan, kepala tim penanggulangan bencana demam berdarah di kabupaten itu.

Terakhir kali wabah ini menimbulkan banyak korban di Flores pada 2010 ketika 10 anak dilaporkan meregang nyawa hanya dalam waktu beberapa minggu.

Suster Maria Yosephina Pahlawati SSpS, seorang suster aktivis di Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat mengatakan, ia bersama dengan sejumlah elemen sipil lain telah berupaya mencegah penyebaran lebih lanjut penyakit ini dengan cara membersihkan Sampah dan genangan air tempat jentik nyamuk berkembang biak.

“Kami melakukan ini karena pemerintah tidak mengambil tindakan yang signifikan,” katanya kepada ucanews.com pada 14 Januari.

“Kami berpikir, daripada hanya mengeluh, lebih baik kami mengambil langkah konkret,” tambahnya.

Suster Yosephina mengatakan, mereka juga mengadakan pertemuan dengan pejabat pemerintah dan mendesak untuk berupaya maksimal mengatasi penyakit ini.

Hal itu, kata dia, berhasil menggerakkan pemerintah, termasuk wakil bupati Maria Geong, yang bersama para pegawai bergabung dengan masyarakat membersihkan lingkung di Labuan Bajo pada bulan ini.

Romo Kornelis Hardin, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Stella Maris Labuan Bajo, mengatakan kepada ucanews.com, ratusan siswa di sekolah itu juga ikut bergabung dalam program membersihkan lingkungan demi melawan penyebaran penyakit ini.

Kini, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, yang telah mengkategorikan wabah penyakit ini sebagai kejadian luar biasa mengalokasikan dana hampir Rp 2 miliar untuk merawat pasien dan memaksimalkan tindakan pencegahan.

Tidak ada data resmi dari pemerintah saat ini terkait jumlah pasien dan korban meninggal di seluruh Indonesia, tetapi Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa 22 dari 34 provinsi telah melaporkan peningkatan jumlah kasus selama beberapa bulan terakhir.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi