UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kini Warga Jakarta Wajib Tes HIV Sebelum Menikah

Januari 17, 2019

Kini Warga Jakarta Wajib Tes HIV Sebelum Menikah

Sepasang suami-istri Muslim berdoa di sebuah masjid di Jakarta. Pasangan yang menikah diwajibkan memeriksa kesehatan berdasarkan peraturan DKI Jakarta. (Foto: Adek Berry/AFP).

Pemerintah DKI Jakarta telah memperkenalkan sebuah peraturan yang mewajibkan  calon pengantin yang akan menikah melakukan tes kesehatan termasuk HIV dalam rangka untuk mendapatkan sertifikat nikah.

Regulasi  itu dikeluarkan tahun 2017 oleh Gubernur  Anies Rasyd Baswedan sebagai bagian dari upaya mengatasi jumlah kasus HIV yang meningkat di ibukota negara tersebut, yang merupakan provinsi pertama dengan kasus HIV tertinggi di Indonesia.

Regulasi tentang Konseling dan Pemeriksaan Kesehatan bagi Calon Pengantin itu telah mulai diterapkan tahun 2018.

Peraturan tersebut menyusul sebuah regulasi serupa yang diterapkan di kabupaten Bogor tahun 2016 dan juga sejumlah kabupaten lain oleh pemerintah setempat.

Tes tersebut  dilakukan secara gratis dan harus dilakukan satu bulan sebelum calon pengantin menikah, kata Khafifah Any, ketua Plt Bidang Kesehatan DKI Jakarta.

Rumah sakit akan mengeluarkan sertifikat bagi pasangan dan diserahkan kepada Kantor Urusan Agama (KUA) setempat dalam rangka untuk mengesahkan perkawinan mereka.

Surat pernikahan tidak akan dikeluarkan jika pasangan tidak memilik setifikat, demikian peraturan sebut.

“Ini penting untuk mengurangi penyebaran atau penularan HIV tidak hanya pasangan mereka tapi juga anak-anak mereka,” kata Any.

“Jika salah satu pasangan ditemukan terinfeksi atau HIV positif, maka mereka akan diberikan obat antiretroviral (ARV) dan mengikuti program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak,” katanya.

Menurut Kementerian Kesehatan, sekitar 630.000 orang hidup dengan  HIV/Aids di Indonesia tahun 2018, dengan sekitar 55.000 kasus di Jakarta. Sementara itu, lebih dari 8.500 bayi dilahirkan dengan HIV setiap tahun di Indonesia.

Dokter Teguh Sasongko, ketua Komisi Kesehatan Keuskupan Agung Jakarta, menyambut baik regulasi tersebut, seraya mengatakan sangat penting  bagi pasangan untuk mengenal satu sama lain dengan baik, termasuk status kesehatan mereka sebelum menikah.

“Pasangan harus menghindari perkawinan di luar nikah guna mengenal satu sama lain secara mendalam,” katanya kepada ucanews.com.

Anwar Abbas, Sekjen Majelis Ulama  Indonesia (MUI) mengatakan kebijakan itu sangat membantu memperkuat keluarga yang sehat.

“Ini sangat bagus karena tujuannya untuk membangun sebuah keluarga yang sehat. Sebuah kehidupan yang bahagia dimulai dengan keluarga yang sehat,” katanya kepada ucanews.com.

Fitri Rahayu, 24, dari Jakarta Timur, mengatakan ia dan pasangannya telah mengadakan tes kesehatan dua minggu lalu dan menerima sertifikat dari rumah sakit.

“Kami telah melakukan cek darah. Kami juga mengisi kuisioner tentang perkawinan. Setelah itu, kami baru menerima sertifikat,” katanya.

 

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi