UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Fransiskus Buka Jalan Kanonisasi Bagi 17 Perempuan

Januari 17, 2019

Paus Fransiskus Buka Jalan Kanonisasi Bagi 17 Perempuan

Paus Fransiskus melambaikan tangan dari jendela Istana Apostolik sesaat sebelum doa Angelus di Basilika Santo Petrus Vatikan St. pada 13 Januari. (Foto: Vincenzo Pinto/AFP)

Paus Fransiskus mengungkapkan penyebab kesucian tiga wanita dan mengakui kemartiran 14 wanita religius  yang terbunuh selama Perang Saudara di Spanyol dalam pidatonya pada pertengahan Januari.

Paus secara resmi mengakui sebuah mukjizat yang diperlukan untuk kanonisasi Beata Marguerite Bays, seorang wanita awam dari Swiss yang dikenal karena spiritualitasnya dalam menghadapi penderitaan fisik yang luar biasa dan memiliki  stigmata (tanda luka-luka Yesus).

Dilahirkan tahun 1815, ia  membantu para petani di desanya yang kecil dan menjadi anggota Ordo Fransiskan Sekuler.

Ia secara khusus berdevosi kepada Bunda Maria dan menemukan dirinya telah sembuh dari kanker usus besar pada 8 Desember 1854, ketika Paus Pius IX mengumumkan dogma Maria Dikandung Tanpa Noda.

Di tahun yang sama, ia mulai menunjukkan tanda-tanda stigmata di tangan, kaki dan dadanya.

Ia meninggal tahun 1879 dan Paus St. Johanes Paulus II membeatifikasi dia tahun 1995.

Dalam dekrit lain yang ditandatangani di Vatikan pada 15 Januari, Bapa Suci  mengakui kemartiran dari Suster Isabella Lacaba Andia, yang dikenal sebagai Bunda Maria del Carmen – ibu pemimpin komunitas Suster Fransiskan Konsepsionis – dan 13 rekannya.

Mereka dibunuh di Spanyol “karena kebencian terhadap iman mereka”  tahun 1936. Langkah ini membuka jalan bagi beatifikasi mereka.

Paus Fransiskus juga mengakui kebajikan heroik Ibu Soledad Sanjurjo Santos dari Para Hamba Maria.

Dilahirkan di Arecibo, Puerto Riko  tahun 1892, ia dikenal sebagai “Mutiara Antilles” karena ia melayani sebagai pemimpin provinsi Antilles dan memperluas karya kongregasi dalam merawat orang sakit di seluruh Kuba, Republik Dominika, dan Puerto Riko. Dia meninggal  tahun 1973.

Paus juga mengakui kebajikan heroik Suster Polandia Anna Kaworek, yang hidup tahun 1872-1936 dan ikut mendirikan Kongregasi Suster-Suster  St. Michael Malaikat Agung.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi