UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pemilu Damai Jadi Fokus Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani

Januari 23, 2019

Pemilu Damai Jadi Fokus Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani

Romo Agustinus Ulahayanan Pr, sekretaris eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI, bergabung dengan umat Katolik dan Protestan dalam pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani yang diadakan pada 18 Januari di Gedung Bala Keselamatan di Jakarta Pusat. (Foto: Katharina R. Lestari/ucanews.com)

Umat Katolik dan Protestan tengah berdoa bagi penyelenggaraan secara damai pemilihan umum presiden (pilpres) dan pemilihan umum legislatif (pileg) selama Pekan Doa untuk Persatuan Umat Kristiani yang akan berakhir pada 25 Januari.

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mendapat kesempatan untuk menulis doa dan menentukan tema untuk perayaan tahun ini. Tema yang dipilih adalah “Kejarlah Keadilan” (bdk. Ulangan 16:20).

Saat merefleksikan tema tersebut, Paus Fransiskus mengatakan dalam pembukaan perayaan pada 18 Januari di Luar Tembok Basilika St. Paulus bahwa umat Kristiani di Indonesia “sangat prihatin dengan pertumbuhan ekonomi negara mereka – yang didorong oleh mentalitas persaingan – membuat banyak orang jatuh miskin dan menjadikan segelintir orang sangat kaya.“

“Ini membahayakan keharmonisan sebuah masyarakat di mana orang-orang dari berbagai kelompok etnis, bahasa dan agama hidup bersama dan berbagi rasa tanggungjawab satu sama lain,” kata Paus Fransiskus.

Sebelumnya Paus Fransiskus mengatakan bahwa meningkatkan persatuan di kalangan semua Gereja tanpa mempedulikan denominasi adalah tugas mendasar para klerus pada saat mereka menetapkan langkah-langkah “konsisten” untuk memelihara keadilan dan mendukung kelompok yang rentan.

“Ekumenisme bukan pilihan,” kata Paus Fransiskus saat Audiensi Umum mingguan pada 16 Januari. Saat itu ia merefleksikan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani.

Romo Agustinus Ulahayanan Pr, sekretaris eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI, mengatakan kepada ucanews.com saat pembukaan perayaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani di Jakarta bahwa tema itu mengacu pada situasi politik menjelang pilpres dan pileg yang akan digelar secara serentak pada 17 April mendatang.

“Umat Kristiani di Indonesia memohon semoga Hikmat Allah menyertai semua warga negara agar mereka dapat menggunakan hak pilihnya secara bertanggungjawab, memilih pemimpin yang memiliki integritas dan mencintai keadilan serta peduli kepada kesejahteraan seluruh warga masyarakat tanpa membedakan,” kata Ketua PGI Pendeta Henriette Tabita Lebang.

Ia mengatakan umat Kristiani berdoa bagi ”pemilu yang damai dan bermartabat serta berkualitas.”

Pendeta Henriette mengatakan umat Kristiani juga berdoa agar warga negara terhindar dari politisasi agama yang sering digunakan untuk meraup dukungan dan simpati demi meraih kekuasaaan dan berhenti memproduksi konten hoaks yang menebarkan ujaran kebencian melalui media sosial yang bisa menjadi ancaman yang dapat memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa.

Dewan Gereja-Gereja Sedunia (WCC, World Council of Churches) menyampaikan bagaimana Indonesia didirikan berdasarkan lima prinsip yang membantu bangsa itu untuk menciptakan rasa solidaritas yang kuat meskipun ada beragam suku, agama dan bahasa.

Kerukunan itu tengah terancam oleh meningkatnya persaingan dan korupsi, demikian menurut WCC.

“Korupsi terjadi dalam banyak bentuk. Korupsi menular ke politik dan bisnis, seringkali dengan konsekuensi yang merusak lingkungan,” lanjut WCC.

Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani dimulai secara global pada 1908 dengan Oktaf Persatuan Umat Kristiani.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi