UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Bebas Dari Penjara, Ahok Siap Bertemu Masyarakat Lagi

Januari 24, 2019

Bebas Dari Penjara, Ahok Siap Bertemu Masyarakat Lagi

Nicholas Sean Purnama, anak sulung Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok, memosting sebuah swafoto bersama ayahnya setelah kebebasan ayahnya pada 24 Januari. (Foto: Screenshot dari akun Instagram Nicholas Sean Purnama)

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) – yang dikenal sebagai Ahok – bebas murni hari ini setelah menjalani masa tahanan selama hampir dua tahun di Rutan Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok.

BTP meninggalkan Rutan Mako Brimob sekitar pukul 07:30 WIB dan dijemput oleh anak sulungnya, Nicholas Sean Purnama, beserta beberapa perwakilan dari Tim BTP.

Ia langsung menuju kediamannya di Jakarta Utara, demikian menurut Ima Mahdiah, seorang anggota Tim BTP.

Anak sulungnya, Nicholas, kemudian memosting sebuah swafoto bersama ayahnya pada akun Instagram-nya dengan sebuah pesan yang berbunyi: “He’s back. My dad’s a free man! Thank you everyone for the support.”

Sebelum kebebasan BTP, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta para pendukungnya untuk tidak bersikap berlebihan atas kebebasannya.

“Janganlah dibesar-besarkan. Biasa saja orang keluar dari lapas kok, dari menyelesaikan masa tahanannya, biasa ini,” katanya kepada wartawan.

Minggu lalu, BTP meminta para pendukungnya untuk tidak menyambut kebebasannya di Rutan Mako Brimob “demi untuk kebaikan” dan “ketertiban umum bersama.”

Ia meminta maaf kepada siapa saja yang mungkin disakitinya baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Ia juga meminta masyarakat agar memanggilnya dengan sebutan BTP setelah kebebasannya.

“Saya mohon maaf dan saya keluar dari sini dengan harapan panggil saya BTP, bukan Ahok,” katanya dalam surat tertanggal 17 Januari tersebut.

BTP dijebloskan ke penjara pada 9 Mei 2017 setelah terbukti bersalah menistakan sebuah ayat Alquran.

Mantan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat mengatakan BTP sudah siap secara fisik dan mental untuk bertemu masyarakat kembali.

“Sekarang dia bilang mau istirahat, liburan. Mau ke Belitung dan mau lihat bunga sakura di Jepang,” katanya.

Sementara itu, Novel Chaidir Hasan Bamukmin, salah seorang pelapor kasus penistaan agama yang menjerat BTP, berharap BTP tidak akan lagi melakukan penistaan agama atau dengan mudah ikut campur dalam urusan agama lain.

“Negara ini adalah negara Pancasila, ber-Ketuhanan. Kita berharap Ahok menjunjung tinggi unsur Ketuhanan (dan) agar Ahok mendalami Ketuhanan agamanya sendiri. Jangan mengobok-obok atau menyinggung agama orang lain,” katanya kepada ucanews.com.

Ia pun mengaku tidak menyimpan dendam.

“Dari pribadi saya, karena sudah menjalankan masa tahanan, saya tidak ada masalah lagi,” lanjutnya.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi