UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup ‘Bawah Tanah’ yang Diakui Cina Dilantik Dengan Pengawasan Ketat

Pebruari 5, 2019

Uskup ‘Bawah Tanah’ yang Diakui Cina Dilantik Dengan Pengawasan Ketat

Kasula yang digunakan oleh para klerus terlihat di sebuah ruangan di sebuah gereja Katolik di provinsi Henan, Cina tengah, dalam foto ini diambil pada 13 Agustus 2018. (Foto: Greg Baker/AFP)

Seorang uskup bawah tanah di provinsi Henan, Cina tengah, telah menjadi uskup koadjutor yang diakui pemerintah pada sebuah upacara yang dikontrol ketat oleh pihak berwenang.

Uskup ‘Bawah Tanah’ Mgr Jin Lugang dari keuskupan Nanyang di provinsi Henan dilantik  secara terbuka pada 30 Januari di Gereja St. Joseph, lapor chinacatholic.cn, yang dikelola negara.

Ia adalah uskup bawah tanah pertama yang dilantik secara terbuka sejak kesepakatan Sino-Vatikan yang ditandatangani pada September 2018.

Lebih dari 250 orang menghadiri Misa pelantikan  itu termasuk Uskup Nanyang Mgr Zhu Baoyu, 98, dan Uskup Anyang Mgr  Zhang Yinlin.

Pada Misa itu Uskup Jin, 63, membacakan sumpah, dengan mengatakan bahwa “ia akan membantu Uskup Zhu Baoyu untuk memimpin semua klerus dan umat Katolik di keuskupan itu  sesuai dengan konstitusi negara itu; menjaga persatuan bangsa dan stabilitas sosial serta solidaritas; mencintai negara dan mencintai Gereja; mematuhi arahan  Sinisisasi  Gereja Katolik di Cina.”

Pernyataan resmi menyatakan bahwa upacara itu diakui oleh Konferensi Waligereja Cina (BCCCC) dan Asosiasi Partriotik Katolik Cina (CCPA).

“Upacara pelantikan Uskup Jin diadakan sesuai dengan peraturan liturgi dari BCCCC dan dipimpin oleh wakil ketua BCCCC, Uskup Yang Yongqiang dari keuskupan Zhoucun di provinsi Shandong, sementara Pastor Li Jianmin membacakan surat itu yang dikeluarkan oleh CCPA & BCCCC,” kata pernyataan itu.

Sebuah sumber mengatakan kepada ucanews.com bahwa Uskup Zhu diangkat secara rahasia sebagai uskup Nanyang oleh Vatikan tahun 1995. Tahun 2010, Paus Benediktus XVI menerima pengunduran diri Uskup Zhu karena ia sudah mencapai usia 89 tahun dan mengangkat Uskup Jin, yang secara rahasia ditahbiskan sebagai uskup  koadjutor tahun 2007.

Namun, sumber itu mengatakan bahwa tahun 2011 Uskup Zhu diakui oleh pemerintah Cina sebagai uskup untuk keuskupan tersebut.

Pastor John dari Henan mengatakan kepada ucanews.com bahwa pelantikan itu dikontrol secara ketat.

“Orang-orang yang tidak memiliki undangan dilarang menghadiri acara itu,” kata Pastor John.

“Para peserta tidak diizinkan untuk membawa milik pribadi mereka termasuk ponsel dan mengambil gambar pada upacara itu,” katanya.

Seorang umat Katolik lokal yang minta agar tidak menyebutkan namanya mengatakan kepada  ucanews.com bahwa para pejabat pemerintah termasuk polisi mengatur para imam dan biarawati pada pelantikan tersebut di Gereja St. Joseph dimana uskup  Zhu melayani dan tinggal.

Para otoritas juga tidak mengizinkan umat Katolik  bergabung dalam Misa itu karena mereka bisa menimbulkan masalah  karena banyak yang tidak setuju bahwa Uskup Jin  diakui oleh pemerintah, kata sumber itu.

Dalam tindakan keras terhadap agama-agama di provinsi Cina tengah itu, para pejabat negara telah menghilangkan simbol-simbol umum agama Kristen dan menyita gereja-gereja Katolik yang tidak terdaftar.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi