UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Motif Politik Diduga Melatari Pembakaran Patung Santa Maria di India

Pebruari 6, 2019

Motif Politik Diduga Melatari Pembakaran Patung Santa Maria di India

Patung Bunda Maria di Paroki St. Yoseph di keuskupan Jhabua, Madhya Pradesh dibakar pada 3 Februari.

Sebuah patung Bunda Maria dibakar di Negara Bagian Madhya Pradesh di India dalam serangan terbaru terhadap orang-orang Kristen, di tengah laporan bahwa lebih dari 1.000 serangan semacam itu telah terjadi  tahun lalu.

Para pemimpin Gereja menduga serangan itu bernuansa politik menjelang pemilu nasional yang akan berlangsung dalam dua bulan.

Umat ​​Katolik di Paroki St. Yoseph di desa Ishgar, keuskupan Jhabua menemukan patung Bunda Maria  di gua terbakar sebagian pada 3 Februari, kata juru bicara keuskupan itu Pastor Rockey Shah.

Paroki berusia 70 tahun itu memiliki sekitar 4.000 umat Katolik dan belum pernah melaporkan kejadian seperti itu yang dilakukan mayoritas umat Hindu di daerah itu, katanya kepada ucanews.com.

Para pemimpin Gereja percaya bahwa serangan itu adalah upaya untuk menciptakan keuntungan politik bagi Partai Bharatiya Janata (BJP) karena mereka berusaha untuk dipilih lagi setelah masa pemerintahannya untuk memimpin pemerintah  berakhir pada Mei.

Di Madhya Pradesh, BJP kehilangan kekuasaan atas saingannya Partai Kongres Nasional India pada Desember. Serangan itu bisa menjadi bagian dari upaya untuk memproyeksikan partai Kongres sebagai partai yang tidak efisien dan mengumpulkan suara Kristen, demikian yang dicurigai para pemimpin Kristen seperti Pastor Shah.

Polisi negara bagian itu sedang menyelidiki kasus ini, kata Pastor Shah. Serangan itu terjadi ketika Persecution Relief, sebuah forum ekumenis yang memantau kekerasan terhadap orang Kristen, merilis laporan tahunannya yang mengklaim bahwa orang Kristen India menghadapi 1.059 insiden penganiayaan tahun 2018, naik dari 736 insiden  tahun 2017.

“Unsur-unsur pinggiran yang semakin berani dan menjadi pusat perhatian di beberapa daerah menjadi penyebab kekhawatiran,” kata Uskup Theodore Mascarenhas, sekjen Konferensi Waligereja India, menulis dalam kata pengantar laporan itu.

Sejak BJP berkuasa  tahun 2014, kelompok-kelompok Hindu telah meningkatkan tindakan untuk mencapai tujuan mereka menjadikan India sebagai negara teokratis Hindu, yang mengarah pada peningkatan serangan terhadap umat Kristen dan Muslim.

“Penganiayaan muncul dalam bentuk yang berbeda hari ini: gangguan pertemuan doa damai, serangan fisik terhadap para pendoa yang tidak bersalah, penggunaan hukum untuk mengintimidasi dan melecehkan institusi dan pribadi,” kata Uskup Mascarenhas.

Shibu Thomas, pendiri Persecution Relief mengatakan kepada ucanews.com bahwa tahun  2018 telah  peningkatan 118 persen dalam berbagai insiden seperti ancaman, pelecehan dan intimidasi kalau dibandingkan tahun 2017.

Negara Bagian Uttar Pradesh, dimana guru Hindu Yogi Adityanath menjadi kepala menteri dua tahun lalu, tempat yang paling buruk untuk serangan anti-Kristen dengan 129 insiden yang dilaporkan.

Daerah hitam lain adalah Tamil Nadu, Bihar, Madhya Pradesh dan Telangana, yang memiliki jumlah yg sama dengan 59 persen serangan yang dilaporkan tahun 2018.

 

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi