UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup dan Imam di Cina Dibebaskan Saat Imlek

Pebruari 11, 2019

Uskup dan Imam di Cina Dibebaskan Saat Imlek

Pastor Su Guipeng (kiri) dan Pastor Zhao He, dua imam gereja bawah tanah dari Keuskupan Xuanhua, provinsi Hebei. (ucanews.com)

Seorang uskup dan dua imam dari komunitas bawah tanah di provinsi  Hebei, Cina bagian utara, yang ditahan tahun lalu bisa pulang ke rumah mereka untuk merayakan  Imlek.

Mereka adalah Uskup Koadjutor Cui Tai, Pastor Su Guipeng dan Pastor Zhao He dari keuskupan Xuanhua.

Uskup Cui tidak terlihat sejak pertengahan April tahun lalu dan tidak diketahui keberadaannya.

Sebuah sumber bernama John mengatakan kepada ucanews.com bahwa uskup itu diizinkan kembali ke rumah pada  24 Januari untuk mengunjungi saudara tertuanya pada Imlek, namun ia dilarang melakukan kegiatan keagamaan.

Uskup Cui, 68, yang mengalami kesehatan yang buruk dalam beberapa tahun terakhir, ia lemah akibat sakit maag akut  dan beratnya hanya 52 kilogram.

Pastor Zhao, yang melayani Gereja Katolik Dongcheng, diciduk oleh personil  United Front Work Department (UFWD) Distrik Yangyuan pada Oktober lalu dan ditahan di sebuah hotel untuk belajar kebijakan agama baru pemerintah. Ia juga diizinkan kembali ke rumah pada 24 Januari.

Pastor Su, yang melayani paroki Shadifang, dijadikan tahanan rumah pada Oktober lalu sehingga ia bisa diindoktrinasi dalam kebijakan pemerintah.

John mengatakan Pastor Su kembali ke rumahnya pada 21 Desember, namun ia dilarang melakukan kegiatan keagamaan di paroki.

Seorang sumber lain, Peter, mengatakan kepada ucanews.com bahwa pemerintah telah mengizinkan uskup dan para imam itu untuk tinggal di rumah selama perayaan Imlek, namun mereka tidak boleh mengadakan atau berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan.

“Setelah Imlek, sangat mungkin bahwa mereka akan ditahan  lagi,” kata Peter.

Sebuah sumber Katolik mengatakan kepada ucanews.com bahwa Uskup Cui telah berulang kali ditangkap sejak 2007 dan hanya diizinkan pulang selama beberapa hari untuk mengunjungi saudaranya yang sudah lanjut usia untuk menghadiri sejumlah pesta termasuk Imlek dan Festival Pertengahan Musim Gugur.

“Pihak berwenang mengizinkan uskup itu pulang ke rumah pada Imlek tahun lalu, namun ia dijemput lagi pada akhir April,” katanya.

Peter mengatakan Uskup Cui dan para imam itu menolak menerima otoritas Asosiasi Patriotik Katolik Cina “dalam rangka untuk mempertahankan integritas imannya.”

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi