UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Karya Mother Teresa Jadi Fokus Hari Orang Sakit Sedunia di India

Pebruari 14, 2019

Karya Mother Teresa Jadi Fokus Hari Orang Sakit Sedunia di India

Kardinal Peter K.A. Turkson berdoa untuk seorang wanita pada 10 Februari di Kolkata sebagai bagian dari Hari Orang Sakit Sedunia yang disponsori oleh Vatikan.

Kegiatan rohani dan kemanusiaan menandai Hari Orang Sakit Sedunia di India dengan fokus khusus pada karya-karya Santa Ibu Teresa dari Kolkata.

Program yang disponsori oleh Vatikan selama tiga hari dari 9-11 Februari menekankan misi belarasa Gereja Katolik bagi orang sakit dan menderita. Acara itu diikuti 300 peserta termasuk  200 delegasi dari India dan negara-negara Asia lain. 

Program itu dipimpin oleh Kardinal Peter K.A. Turkson dari Vatikan, yang mensponsori acara itu di Kolkata, tempat tinggal  St. Teresa.

“Tidak mungkin ada perawatan yang benar terhadap orang sakit tanpa berbagi kondisi mereka,” kata Kardinal Turkson pada pertemuan itu ketika menjelaskan makna dan tujuan Hari Orang Sakit Sedunia yang dimulai oleh St. Paus Yohanes Paulus tahun 1992.

Program itu membantu orang Kristen memahami lebih baik misi mereka  untuk membantu orang sakit dengan “menunjukkan sikap belarasa”.

Acara itu termasuk kunjungan ke pusat-pusat perawatan yang dikelola Gereja, Misa, berdoa untuk orang sakit dan memberikan Sakramen Pengurapan Orang Sakit kepada 200 orang.

Kardinal Patrick D’Rozario, uskup agung Dhaka, delegasi kepausan pada acara itu, mengapresiasi terlipihnya Kolkata untuk acara tersebut.

Ia mengatakan St. Teresa, yang dikenal sebagai Ibu Teresa, adalah “seorang ikon karya-karya yang jelas dari kemurahan hati dan cinta kasih Kristen.”

Pastor Michael Biswas dari keuskupan agung Kolkata mengatakan banyak kesan dari program itu terutama di hari kedua ketika para peserta mengunjungi tiga pusat perawatan, yang dikelola oleh Kongregasi Suster-suster Misionaris Cinta Kasih (MC) yang didirikan oleh Ibu Teresa.

Di St. Joseph’s Home for the Aged di Kolkata, yang dikelola oleh the Little Sisters of the Poor, “sejumlah (lansia) meneteskan air mata ketika mereka menjelaskan bagaimana keluarga mereka telah mengabaikan mereka,” kata Pastor Biswas.

Ketika mengunjungi tiga pusat perawatan itu, para delegasi dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing berjumlah 100 orang.

Orang-orang yang mengunjungi Shanti Dan (rahmat perdamaian) dari para biarawati MC merngatakan kunjungan itu “memperkaya pengalaman mereka,” kata Farrell Shaw, koordinator acara itu.

Hari pembukaan pada 9 Februari digunakan untuk seminar untuk membahas apsek-aspek teologi dan pastoral misi Gereja di kalangan orang sakit dan menderita.

Delegasi uskup dan para sekretaris kesehatan keuskupan juga mengadakan pertemuan pribadi dengan delegasi Vatikan yang beranggotakan 16 orang. Tetapi tidak ada pernyataan publik, kata Shaw kepada ucanews.com.

Pastor Biswas mengatakan yang mengejutkannya adalah iman dari sekitar 3.000 umat Katolik yang menghadiri Misa di Kolese St. Xaverius pada 10 Februari. Setelah Misa, ratusan orang berbaris untuk didoakan. Sekitar 200 diberikan Sakramen Pengurapan Orang Sakit.

“(Setelah Misa) orang-orang berkumpul dan menunggu di sekitar dua kardinal dengan membawa botol air dan minyak dari rumah mereka. Mereka ingin para kardinal menyentuh dan memberkatinya,” kata Pastor Biswas.

Umat Katolik lokal menggunakan air atau minyak dengan harapan mereka akan sembuh dari  penyakit mereka jika menggunakannya, katanya.

“Ratusan orang juga menunggu didoakan oleh para imam, uskup dan kardinal,” kata Pastor Biswas.

Sekitar 160 imam ditunjuk untuk melayani Sakramen Pengurapan Orang Sakit. “Kebanyakan dari mereka datang dari pusat-pusat perawatan MC dan beberapa membawa kursi roda,” kata Pastor Biswas.

Misa penutup pada 11 Februari diadakan di Basilika Rosario Suci, sebuah gereja Portugis abad ke-16 di Bandel, 50 kilometer dari Kolkata.

Sekitar 700 orang bergabung dalam Misa itu, doa-doa untuk orang sakit dan Sakramen Pengurapan Orang Sakit diadakan di sana juga, kata Shaw.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi