UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Lagi, Sejumlah Imam di Filipina Dapat Ancaman Pembunuhan

Maret 12, 2019

Lagi, Sejumlah Imam di Filipina Dapat Ancaman Pembunuhan

Sejumlah suster berdoa bagi tiga imam yang mengaku mendapat ancaman pembunuhan di Manila pada 11 Maret. (Foto: Joe Torres)

Tiga pastor di Filipina, yang dikenal karena blak-blakan menentang gelombang pembunuhan  terhadap warga terkait narkoba, mengaku telah menerima ancaman pembunuhan dalam beberapa pekan terakhir.

Ketiganya, Albert Alejo SJ, Flavie Villanueva SVD dan Robert Reyes Pr mengatakan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan mendadak pada 11 Maret bahwa mereka takut akan nyawa mereka.

“Kami dalam keadaan tidak aman,” kata Pastor Reyes, yang dikenal sebagai “pastor pelari” karena kegemarannya melakukan lari jarak jauh untuk menarik perhatian pada isu-isu hak asasi manusia.

“Kami takut,” kata Pastor Alejo, sambil menambahkan bahwa mereka “beruntung” menerima ancaman, tidak seperti “ribuan lainnya yang terbunuh tanpa peringatan.”

Pemerintah telah mengakui kematian 5.176 “orang terkait narkoba” dalam 119.841 operasi anti-narkotika sejak 1 Juli 2016, ketika Presiden Rodrigo Duterte berkuasa.

Namun, pihak berwenang mengatakan mereka semua terbunuh saat menentang penangkapan atau menyerang petugas yang menangkap.

Kelompok hak asasi manusia mengklaim lebih dari 20.000 pembunuhan terkait narkoba telah diklasifikasikan oleh polisi sebagai “kematian yang sedang diselidiki.”

Ancaman terhadap ketiga imam itu terjadi segera setelah Mgr Pablo Virgilio David dari Keuskupan Kalookan, tempat sebagian besar pembunuhan terkait narkoba terjadi, dan Uskup Agung Lingayen-Dagupan, Mgr Socrates Villegas, Uskup Agung Lingayen-Dagupan, seorang kritikus vokal Duterte, mengumumkan bahwa mereka juga menerima ancaman pembunuhan .

Pihak berwenang menawarkan untuk memberikan bantuan pengamanan kepada para uskup dan para imam, tawaran yang kemudian ditolak.

Pastor Villanueva mengatakan polisi harus memberi orang miskin lebih banyak perlindungan.

“Jika polisi tulus ingin melindungi kehidupan, mereka harus berada di daerah [kaum miskin kota] di mana banyak yang masuk daftar terkait pengguna narkoba,” kata imam itu.

Para imam mengatakan mereka akan terus berbicara menentang pembunuhan meskipun ada ancaman karena “berbicara melawan kejahatan adalah kewajiban moral kami.”

Pastor Villanueva memperlihatkan rekaman video seorang pria bertopeng yang mencoba memasuki kantor dan kediamannya sebagai bukti ancaman yang dihadapinya.

Pada tahun 2018, orang-orang bersenjata menembak mati tiga pastor di Filipina.

Pastor Mark Ventura terbunuh di kota Gattaran, Provinsi Cagayan pada 29 April, empat bulan setelah Pastor Marcelito Paez terbunuh di Provinsi Nueva Ecija.

Pada bulan Juni, Pastor Richmond Nilo ditembak mati di kota Cabanatuan.

“Kata-kata mematikan Duterte terhadap umat Katolik seperti belati yang menunjuk pada kami,” kata Pastor Reyes.

Presiden telah berulang kali mengecam Gereja Katolik dan para pemimpinnya karena korupsi. Ia juga pernah mengatakan, para uskup harus dibunuh.

“Pesannya jelas. Bukan hanya orang yang [Duterte] inginkan mati tetapi juga iman kita,” kata Pastor Reyes.

Pastor Alejo meminta mereka yang berada di balik ancaman itu untuk “menghentikan pembunuhan [dan] berhenti melakukan bisnis yang Anda nikmati.”

Para imam juga mengimbau kepada publik, termasuk para pemimpin gereja, untuk berbicara menentang pelanggaran hak asasi manusia dan pembunuhan.

“Kami menyerukan kepada seluruh Gereja …. Jawabannya tidak boleh diam, tetapi pernyataan yang jelas dan berani,” kata Pastor Reyes.

Para imam mengatakan para uskup “harus lebih kuat.”

Pihak istana kepresidenan menyebut ancaman terhadap para klerus sebagai kerja “orang iseng” atau oleh kelompok“anti-Duterte” untuk menciptakan citra buruk tentang presiden.

Juru bicara Duterte, Salvador Panelo, mengatakan mengirimkan ancaman melalui telepon “adalah hal termudah dan paling nyaman untuk dilakukan [karena] Anda tidak dapat melacak sumbernya.”

Dia mengatakan ancaman itu bisa juga datang dari “musuh pribadi” para imam dan uskup.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi