UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Jelang Pemilu, Umat Katolik di India Gelar Doa Maraton

Maret 13, 2019

Jelang Pemilu, Umat Katolik di India Gelar Doa Maraton

Seorang pastor paroki di keuskupan Jashpur memimpin prosesi di parokinya mulai rantai doa yang diluncurkan oleh umat Katolik di dua keuskupan di negara bagan Chhattisgarh. (Foto: Keuskupan Jashpur)

Menjelang pemilu di India, umat Katolik di dua keuskupan di negara bagian Chhattisgarh meluncurkan doa maraton, yang didorong oleh keberhasilan program serupa pada pemilu negara bagian itu tahun lalu.

Progran doa sepanjang malam dilakukan di semua 96 paroki di keuskupan Jashpur dan keuskupan Raigarh.

Mgr Paul Toppo, uskup keuskupan Raigarh, mengatakan rangkaian doa akan sangat membantu keberhasilan pada pemilu negara bagian itu.

Sebuah kelompok yang terdiri dari sejumlah tokoh Katolik mengadakan perjalanan dari paroki ke paroki sambil membawa salib. Saat berkeliling ke setiap desa, mereka disambut oleh pastor paroki dan umat. Mereka kemudian menuju gereja di desa itu dan berdoa semalam.

Kadangkala mereka menggunakan sepeda jika jarak terlalu jauh, Gregory Kujur seorang tokoh adat dari keuskupan Jashpur.

Renungan mencakup bacaan Kitab Suci, doa Rosario, renungan tentang tema-tema Kitab Suci oleh tokoh awam, menyanyikan lagu-lagu rohani, dan Doa Syukur.

Pilkada negara bagian itu mengejutkan banyak orang karena Partai Bharatiya Janata (BJP) kehilangan kekuasaan dari saingannya Partai Kongres.

BJP, yang memiliki kekuatan di Chhattisgarh selama 15 tahun sejak 2003, dikritik oleh para pemimpin Kristen karena pro Hindu.

BJP, yang juga menjalankan pemerintahan federal Perdana Menteri Narendra Modi, secara diam-diam mendukung kekerasan kelompok Hindu melawan orang Kristen, karena ia ingin membuat India sebuah negara Hindu, kata para kritikus.

Para pemimpin Kristen merasa lega dengan hasil pilkada Chhattisgarh dan melanjutkan untuk mendorong orang berdoa untuk sebuah pemerintahan di New Delhi yang tidak mendukung ide yang membuat India menjadi sebuah negara esklusif Hindu.

Uskup Toppo mengatakan rantai doa itu “tidak memiliki unsur politik. Kami tidak berbicara tentang dukungan partai politik tertentu. Kami berdoa bersama demi negara kita dan bangsa kita serta berdoa demi keselamatan dan pemilu yang damai.”

Sekitar 98 persen dari 23 juta penduduk Chhattisgarh adalah Hindu, proporsi paling tinggi di India. Umat Muslim terdiri dari 1 persen, sementara Kristen, yang adalah kebanyakan warga suku dan orang Dalit miskin, hanya 160.000 orang atau 0.7 persen.

Uskup Toppo mengatakan bahwa negara bagian itu kaya akan mineral, sekitar 50 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan, yang berarti mereka tidak mampu makan tiga kali sehari.

“Pemerintah harus bekerja untuk menghapus kemiskinan, pengangguran, dan keterbelakangan,” katanya.

Mgr Emmanuel Kerketta, uskup keuskupan Jashpur mengatakan kepada ucanews.com bahwa rantai doa dan pemilu tidak boleh dikaitkan.

“Adalah bagian dari kebiasaan umat Kristiani berdoa kapan pun kami memiliki masalah. Ketika komunitas menghadapi krisis, kami berdoa bersama untuk bimbingan Tuhan dan ini adalah salah satu dari kesempatan itu,” katanya.

Pemimpin suku Kujur mengatakan program doa itu juga mencakup informasi tentang skema kesejahteraan negara dan proyek-proyek yang darinya umat paroki dapat memperoleh manfaat.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi