UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup di India Dipukul Umat Terkait Konflik Lahan

Maret 14, 2019

Uskup di India Dipukul Umat Terkait Konflik Lahan

Uskup Kuzhithurai Mgr. Jerome Dhas Varuvel, SDB diserang oleh umat paroki dalam sebuah sengketa tanah di India selatan. Seorang petugas sekuriti juga diserang dan mengalami luka serius. (Foto diambil dari kuzhithuraidiocese.com)

Seorang uskup harus dirawat di rumah sakit setelah sekelompok umat menyerangnya dalam sengketa tanah yang sudah berlangsung lima dekade di negara bagian selatan India, Tamil Nadu.

Seorang penjaga keamanan dan seorang pastor yang berupaya melindungi uskup itu juga ikut dipukul.

Mgr Jerome Dhas Varuvel, Uskup Kuzhithurai meninggalkan rumah sakit pada 12 Maret, dua hari setelah dia diserang oleh sekitar 130 umat Katolik, baik pria maupun wanita.

Petugas keamanan masih berada di rumah sakit setelah menderita luka-luka serius saat berupaya melindungi uskup, kata kanselir keuskupan, Pastor Russel Raj kepada ucanews.com.

Pastor Augustine Ponnaian, administrator keuangan keuskupan, hanya menderita luka ringan dan tidak dirawat di rumah sakit.

Polisi sedang menangani kasus ini, di mana 58 orang Katolik, termasuk 16 wanita, mendapat tudingan kejahatan serius, seperti kerusuhan dengan senjata, intimidasi kriminal dan menggunakan senjata dengan cara yang menyebabkan kematian.

Polisi telah menangkap dua orang dan sedang mencari 56 lainnya yang dilaporkan bersembunyi untuk menghindari penangkapan.

“Itu adalah serangan terencana terhadap uskup,” kata Pastor Ponnaian kepada ucanews.com pada 13 Maret.

Ia menjelaskan, kejadian itu bermula saat umat yang menyerangnya menunggu di depan tempat tinggal uskup. Mereka mengerumuninya ketika dia tiba di intu masuk dan menuntut penyelesaian segera dari masalah ini.

“Ketika uskup mencoba untuk bergerak maju, salah satu dari mereka menariknya dari belakang. Dan ketika saya mencoba menyelamatkan uskup agar tidak jatuh, pria itu menampar wajah saya, ”kata Pastor Ponnaian.

Petugas keamanan turun tangan dan berusaha melindungi uskup. 

“Tetapi orang-orang menyerangnya sehingga ia menderita luka-luka di sekujur tubuhnya dan bahkan salah satu kakinya mengalami retak,” kata imam itu.

Konflik lahan mulai terjadi pada tahun 1965 saat Keuskupan Kuzhithurai, yang dibentuk empat tahun lalu, masih menjadi bagian dari Keuskupan Kottar. Umat Katolik di dua paroki mempermasalahkan kepemilikan sebidang tanah di Desa Appattuvilai

Uskup Varuvel, 67, mengeluarkan dekrit pada 5 Mei 2018, untuk menyelesaikan perselisihan antara Gereja Paroki St. Antonius dan Gereja Paroki St. Yosep. Beberapa umat Paroki St. Antonius mengklaim bahwa penyelesaian itu menguntungkan Paroki  St Yosef dan menolak untuk menerimanya. Mereka ingin uskup menarik dekrit itu.

Pastor Raj mengatakan, keputusan uskup itu mengikuti rekomendasi dari sebuah komite termasuk pengacara, orang-orang terkemuka dan tujuh wakil dari masing-masing paroki.

Protes telah berlangsung sejak keputusan itu dikeluarkan dan uskup meminta mereka untuk menunjukkan dokumen yang mendukung klaim mereka. 

“Sejauh ini mereka belum menghasilkan apa-apa, tetapi mereka ingin membalikkan keputusan itu demi keuntungan mereka,” kata Pastor Ponnaian.

Uskup Varuvel juga mengizinkan mereka untuk menggugat keputusannya di pengadilan sipil tetapi mereka menolak tawarannya, tambahnya.

Pastor Raj mengatakan keuskupan tidak ingin “semua orang ditempatkan di balik jeruji dalam kasus ini.” 

Namun, ia ingin polisi bertindak melawan “dua aktor kunci yang menjadi otak kejahatan dan menghasut orang untuk menyerang uskup dengan cara yang brutal.”

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi