UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kaum Muda Diminta Waspada dengan Gerakan KARIM

Maret 15, 2019

Kaum Muda Diminta Waspada dengan Gerakan KARIM

Seorang polisi menjaga keamanan ketika HTI mengadakan reli pada 16 April 2017 beberapa ulan Sebelum pemerintah membubarkan organisasi tersebut. (Foto: Muhlis/AFP)

Kelompok Muslim moderat menyatakan meskipun Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)  telah dibubarkan pemerintah, namun harus tetap waspada karena ia telah bermetamorfosis dan membentuk kelompok dengan nama lain.

HTI, yang ingin mendirikan khilafah di Indonesia, telah dibubarkan pemerintah pada Juli 2017, namun sekarang ia telah bermetamorfosis dengan nama Komunitas Royatul Islam (KARIM), kata mereka.

Mereka menyerukan bangsa Indonesia untuk tetap waspada dengan gerakan organisasi baru tersebut dengan menyebarkan ideologinya di kalangan orang muda di sekolah dan komunitas.

Nahdlatul Ulama  (NU) dan organisasi pemudanya – GP Ansor dan Banser – mengeluarkan pernyataan, yang juga diterima ucanews.com belum lama ini, mengingatkan bahwa organisasi baru itu mengancam pluralisme di Indonesia.

“HTI telah bubar, lahir KARIM yang telah menyerang anak muda kita, sasarannya komunitas pemuda dan  sekolah menengah umum,” kata kelompok itu seraya menambahkan, “Pemerintah perlu mengambil tindakan segera melawan kelompok itu.”

KARIM telah mendirikan cabang-cabangnya di kota-kota besar di Indonesia dan menerapkan strategi yang sama seperti HTI yang berusaha mempengaruhi kaum muda dengan iming-iming heroism Islam, kata mereka.

“Pemerintah harus tegas dan mendata  karena gerakan itu berbahaya bagi bangsa kita,” kata Gus Nuril Arifin Husein, tokoh NU, kepada ucanews.com.

Gus Nuril mengatakan meskipun  HTI tidak ada lagi, tapi ideologinya tidak mati.

“Jika dukungan terhadap khilafah akan menarik lebih banyak kelompok militan  muncul dan risikonya terorisme akan bertumbuh,” kata Gus Nuril.

Ainur Rofik al Amin, mantan anggota HTI, mengatakan kepada ucanews.com bahwa HTI telah mengganti nama ke dalam beberapa kelompok dan mereka melakukan gerakan bawah tanah.

“KARIM adalah salah satu kelompok yang menonjol saat ini dan sering menampilkan berbagai simbol HTI seperti bendera dan topi tauhid serta dakwah,” katanya.

Hermawi Taslim, seorang politisi dan anggota Tim Kampanye Nasional (TKN)  Jokowi-Ma’ruf, mengatakan isu itu mengganggu kebhinnekaan dan persatuan bangsa.

“Aparat keamanan harus  memonitor gerakan baru ini untuk mencegah konflik di kalangan anak bangsa,” kata wakil sekjen Partai Nasdem itu.

Ia mengatakan ia menghadiri pertemuan dengan para tokoh dan anggota NU untuk membahas masalah tersebut yang secara nyata mengancam dasar negara – Pancasila.

Ia mengatakan ia sepakat bahwa semua elemen masyarakat harus tetap waspada khusus mengingatkan orang muda tentang bahaya gerakan KARIM.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi