UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Lembaga Hukum Dunia Kecam Pembunuhan Puluhan Pengacara Filipina

Maret 15, 2019

Lembaga Hukum Dunia Kecam Pembunuhan Puluhan Pengacara Filipina

para pengacara Filipina dan para reckon mereka dari sejumlah negara lain berkumpul di Manila pecan ini untuk melaporkan pembunuhan terhadap para angora profesi hukum di Filipina. (Foto: Marielle Lucenio)

Kelompok pengacara dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa dan Asia telah menyampaikan laporan tentang serangan yang meningkat terhadap para pengacara dan hakim di Filipina beberapa tahun terakhir.

Dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Manila pekan ini, kelompok-kelompok pengacara itu mengeluarkan laporan terkait pembunuhan para anggota profesi hukum tersebut.

Asosiasi Hakim Filipina melaporkan bahwa sedikitnya 29 hakim telah dibunuh selama 30 tahun lalu.

Menurut Integrated Bar of the Philippines (IBP), sebuah organisasi pengacara nasional Filipina, sedikitnya 38 pengacara dibunuh sejak 2016, ketika Presiden Rodrigo Duterte berkuasa.

Korban terbaru dibunuh pada 13 Maret.

Rex Jasper Lopoz ditembak mati di luar sebuah mal di kota Tagum, Provinsi Davao del Norte, Filipina bagian selatan.

IBP mencatat bahwa kematian Lopoz adalah yang terakhir “dalam serangan kekerasan cepat” kepada anggota IBP.

“Serangkaian kejahatan terhadap para pengacara ini telah menimbulkan lingkaran ketakutan karena telah melumpuhkan pilar-pilar terpenting dari sistem peradilan,” demikian bunyi pernyataan dari organisasi itu.

Kelompok itu meminta Mahkamah Agung untuk melakukan “penyelidikan menyeluruh dan tidak memihak” terhadap pembunuhan tersebut.

Sebagian besar pengacara yang dibunuh menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan narkoba, sementara yang lain dikenal sebagai pengkritik terhadap kampanye anti-narkotika Duterte dan kebijakan lainnya.

“Sebagai profesional, kita tidak boleh diserang berdasarkan kasus yang kita tangani sebagai pengacara,” kata ketua IBP Abdiel Fajardo.

“Ini adalah mimpi buruk yang harus dihentikan,” kata Johannes Karel Geesbaak, direktur the Day of the Endangered Lawyer, sebuah yayasan yang berbasis di Belanda.

Kelompok pengacara internasional akan mengadakan “misi pencarian fakta” tentang pembunuhan yang dilaporkan pekan ini.

Misi serupa dilakukan di Filipina tahun 2006 dan 2008.

Misi 2008 mencatat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam kasus yang diselidiki tahun 2006.

Delegasi pengacara internasional juga akan bertemu para pejabat pemerintah dan perwakilan dari lembaga penegak hukum untuk membahas serangan terhadap anggota profesi hukum.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi