UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pakistan Bebaskan Anggota Ahmadiyah yang Dituduh Menista Agama

Maret 20, 2019

Pakistan Bebaskan Anggota Ahmadiyah yang Dituduh Menista Agama

Foto ini adalah masjid Ahmadiyah yang tarletan di Lahore, Pakistan, yang diambil pada 29 Mei 2010. (Foto: Arif Ali/AFP)

Seorang pria Ahmadiyah berusia 83 tahun telah dibebaskan dari penjara setelah dihukum lebih dari tiga tahun dengan tuduhan penistaan agama di Pakistan.

Abdul Shakoor dibebaskan dari penjara Faisalabad di provinsi Punjab pada 18 Maret.

Ia ditangkap pada Desember 2015 setelah dituduh menjual buku interpretasi Alquran versi Ahmadiyah.

Sebulan kemudian, pada 2 Januari 2016, ia dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun  di bawah UU Penodaan Agama dan tiga tahun di bawah UU Anti-Terorisme.

“Pengadilan tinggi menolak permohonan pembebasannya, namun hukumannya dikurangi,” kata Juru Bicara Ahmadiyah Pakistan, Saleem ud Din.

Pada Februari, Johnnie Moore, komisioner dari Komisi Kebebasan Beragama Internasional Amerika Serikat (USCIRF), menyerukan agar Pakistan segera membebaskan Shakoor. 

Pembebasannya muncul beberapa hari setelah Amerika Serikat mengkritik Pakistan terkait perlakuan terhadap Ahmadiyah dan minoritas-minoritas agama lain.

Dalam laporannya, Departemen Amerika Serikat  mencatat  UU Pakistan itu adalah diskriminasi terhadap Ahmadiyah, Shyiah dan Kristen.

“Pengadilan telah berulangkali gagal melindungi hak-hak minoritas agama. Pengadilan secara diskriminatif menggunakan undang-undang yang melarang penistaan untuk menekan Syiah, Kristen, Ahmadiyah dan anggota kelompok agama minoritas lainnya,” katanya.

Menurut laporan itu, kekerasan terhadap minoritas agama termasuk Kristen, Ahmadiyah, Muslim, Hindu, dan Syiah tetap menjadi sebuah masalah serius. 

Pelapor khusus PBB tentang kebebasan beragama, dalam laporannya kepada Dewan HAM PBB pada 5 Maret, juga mengecam Pakistan karena perlakuannya terhadap Ahmadiyah, yang telah menjadi sasaran penganiayaan sistematis dengan cara diskriminasi yang direstui negara dan tindakan represif lainnya. 

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi