UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Fransiskus: Korupsi Menghancurkan Masyarakat

Maret 20, 2019

Paus Fransiskus: Korupsi Menghancurkan Masyarakat

Paus Fransikus tiba di aula Paul VI di Vatikan untuk bertemu para staf Corte dei Conti, 18 Maret. (Foto oleh Filippo Monteforte/AFP)

Godaan dan kanker korupsi yang terus menerus adalah salah satu penyakit paling menghancurkan yang menimpa masyarakat, kata Paus Fransiskus.

Korupsi menyebabkan kerusakan besar baik secara moral maupun ekonomi, katanya dalam audiensi pada 18 Maret dengan para hakim, administrator dan staf dari pengadilan audit Italia, sebuah kantor akuntabilitas pemerintah dengan kekuatan yudisial.

Paus mengatakan kepada hadirin bahwa korupsi, dengan ilusi mendapat keuntungan dengan cepat dan mudah, pada kenyataannya memiskinkan semua orang, menghapus kepercayaan, transparansi, dan integritas dari seluruh sistem.

“Korupsi merusak martabat individu dan menghancurkan semua cita-cita baik dan indah,” kata paus.

Aset publik, katanya, harus dijaga agar bermanfaat bagi semua orang, terutama yang miskin.

Setiap kali aset negara digunakan secara tidak bertanggung jawab, negara harus menjalankan fungsi kewaspadaan dan memberikan sanksi yang layak terhadap perilaku yang bertentangan dengan hukum.

Paus mengatakan pemeriksaan anggaran yang cermat bisa menghentikan godaan -yang terus berulang pada mereka yang memegang jabatan politik atau administrasi- untuk mengelola sumber daya berdasarkan patronase atau konsensus pemilihan belaka daripada dengan prinsip kehati-hatian.

Kekuatan yudisial kantor audit memainkan peran yang sangat penting, kata paus, khususnya dalam perjuangan tanpa henti melawan korupsi, yang merupakan salah satu penyakit yang paling menghancurkan di masyarakat.

Setiap orang, termasuk individu-individu administrator, dipanggil untuk bertanggung jawab dan menjalankan tugas dengan transparansi dan kejujuran, memperkuat rasa percaya antara warga negara dan pemerintah, suatu kepercayaan yang mengungkapkan salah satu tanda paling parah dari krisis demokrasi, katanpaus.

Orang-orang Kristen percaya bahwa Yesus sendiri “mendesak kita untuk secara terbuka menghadapi kejahatan ini dan masuk sampai ke akar masalah.”

“Yesus mengajari kita untuk secara pribadi mengambil resiko dalam pertarungan ini, bukan karena mengejar kepahlawanan yang tidak realistis atau mencari perhatian secara terbuka, tetapi melalui keuletan masing-masing orang yang melakukan pekerjaannya, yang seringkali tidak diketahui publik, melawan tekanan dunia,” kata paus.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi