UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kardinal Zen Bantah Tuduhan Dirinya Tidak Setia pada Paus

Maret 27, 2019

Kardinal Zen Bantah Tuduhan Dirinya Tidak Setia pada Paus

Kardinal Joseph Zen berbicara saat konferensi pers di Salesian House of Studies di Hong Kong, September lalu setelah pengumuman Vatikan tentang kesepakatan dengan China tentang penunjukan uskup. (Foto oleh Anthony Wallace / AFP)

Kardinal Joseph Zen Ze-kiun yang dikenal karena ketegasannya telah membantah tuduhan yang tampaknya dilontarkan oleh administrator apostolik Keuskupan Hong Kong bahwa ia tidak taat kepada Paus Fransiskus.

Dalam sebuah surat pastoral yang dirilis pada 17 Maret, Kardinal John Tong mengatakan -tanpa menyebut siapa pun- bahwa beberapa anggota Gereja Katolik berbicara menentang paus ketika dia memiliki pandangan yang berbeda dari pandangan mereka.

Kardinal Zen membantah tuduhan itu dan mengatakan bahwa dia hanya membantu umat beriman untuk membedakan apakah fakta itu benar atau salah.

Dalam sebuah blog yang diterbitkan pada 22 Maret, Kardinal Zen mengatakan Kardinal Pietro Parolin, sekretaris negara Vatikan, dan Kardinal Fernando Filoni, prefek Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa, juga menuduhnya sebgai orang yang sedang kebingungan.

“Paus berbicara dengan infalibilitas hanya di bawah kondisi yang sangat khusus sehubungan dengan iman dan moral Katolik. Namun, kita terikat untuk menunjukkan ketaatan Kristen kepadanya ketika dia, sebagai pemimpin tertinggi Gereja universal, mengajar atau membimbing umat Allah dalam keadaan lain, ”kata Kardinal Tong dalam surat pastoralnya.

Dia mengatakan umat Katolik wajib menghormati pejabat Kuria Roma yang dipilih oleh paus.

Kardinal Zen mengatakan bahwa dia setuju bahwa umat Katolik harus menghormati Kuria Roma, tetapi tidak dapat dijamin bahwa pejabat gereja seperti itu bebas dari kesalahan bahkan jika mereka dipilih oleh paus.

Dia juga mengatakan paus juga bisa salah dalam beberapa masalah dan hati nuraninya mengatakan kepadanya apa yang harus dilakukan.

“Saya harus dengan rendah hati menyampaikan pendapat saya kepada paus. Secara khusus, sebagai kardinal, saya harus menasihati paus. Mereka [kardinal] adalah wadah pemikiran paus, ”kata Kardinal Zen.

Vatikan menandatangani perjanjian sementara dengan Cina untuk menunjuk para uskup pada September. 22, 2018.Namun, isinya yang tidak dipublikasikan membuat Kardinal Zen khawatir.

“Meskipun bersifat sementara, itu masih berlaku saat ini. Kita harus tahu isinya sehingga kita bisa mengikutinya dengan pikiran dan tindakan kita.Kalau tidak, kita tidak bisa tahu apakah kita mengikutinya atau tidak,”kata Zen.

Kardinal Zen juga khawatir tentang cara Kardinal Parolin menangani masalah-masalah diplomatik.

Dia mengatakan bahwa Kardinal Parolin telah membungkam dialog internal Kuria Roma dengan membatalkan Komite Urusan Gereja Cina dan mentransfer Uskup Agung Savio Hon tai-fai, mantan sekretaris Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa dan pejabat Cina berpangkat tinggi di Vatikan.

“Dia [Parolin] adalah kepala negosiator dalam negosiasi Sino-Vatikan dan melihat kejahatan PKC [Partai Komunis Tiongkok] tetapi saya yakin dia tidak melaporkan kebenaran ini kepada Paus Fransiskus,” kata Kardinal Zen.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi