UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Sejumlah Keuskupan di Filipina Turut Memperingati Earth Hour

Maret 29, 2019

Sejumlah Keuskupan di Filipina Turut Memperingati Earth Hour

Sejumlah aktivis iklim dan komunitas agama memperingati Earth Hour di luar sebuah gereja Katolik di Distrik Malate, Manila, dengan menggunakan sistem tenaga matahari untuk memberi penerangan pada peringatan tahun 2018 ini. (Foto: 350.org Pillipinas)

Sejumlah keuskupan dan paroki di Filipina akan turut memperingati Earth Hour pada 30 Maret untuk memperlihatkan dukungan mereka terhadap kampanye menentang penggunaan plastik.

World Wide Fund for Nature (WWF) mengumumkan bahwa peringatan Earth Hour tahun ini di Filipina akan dilaksanakan dengan tema #Connect2Earth. Tema ini pertama kali diluncurkan tahun lalu.

Fokus kampanye adalah isu penggunaan plastik sekali pakai yang rata-rata dipakai hanya selama tujuh menit tetapi membutuhkan waktu lebih dari 100 tahun untuk terurai, kata WWF.

Menurut laporan Greenpeace 2017, Filipina menduduki peringkat ketiga terbesar terkait pencemaran plastik di laut setelah Cina dan Indonesia.

Uskup San Jose Mgr Roberto Mallari mengatakan Gereja perlu menjadi bagian dari peringatan Earth Hour untuk merenungkan tentang lingkungan dan memunculkan kesadaran akan lingkungan.

Peringatan Earth Hour dimulai pukul 20:30.

“Memunculkan kepedulian terhadap alam dan ciptaan Tuhan itu penting,” kata Mgr Mallari, seraya menambahkan bahwa ajakan itu muncul bertepatan dengan krisis air yang mempengaruhi banyak kota di negara itu dalam beberapa pekan terakhir.

“Biar pengalaman membawa kita pada kepedulian sejati terhadap lingkungan dan pengakuan akan pentingnya air,” lanjut prelatus itu.

Uskup Tagbilaran Mgr Alberto Uy meminta umat Katolik di keuskupannya untuk memperlihatkan “cinta dan dukungan untuk alam.”

Mematikan lampu selama satu jam pada 30 Maret, katanya, merupakan bentuk simbolis dari “dukungan untuk kepedulian terhadap bumi.”

WWF-Filipina – yang memimpin kampanye menentang plastik sekali pakai – berharap peringatan Earth Hour tahun ini bisa membantu mengirim pesan agar mengambil tindakan untuk mencegah polusi plastik.

Diperkenalkan di Australia pada 2017, Earth Hour merupakan gerakan akar rumput terbesar di dunia terkait lingkungan.

Gia Ibay, direktur nasional Earth Hour Filipina dan seorang pengacara, mengatakan dekade lalu Earth Hour berkontribusi terhadap begitu banyak agenda iklim global dan memberi jalan pada banyak kemenangan konservasi.

“Upaya kita masih akan terpusat pada penyadaran dan inspirasi aksi perlindungan alam dan keanekaragaman hayati untuk melawan dampak buruk perubahan iklim,” katanya.

Pada 2018, ketika #Connect2Earth diluncurkan, lebih dari 17.900 tengaran dan monumen di lebih dari 180 negara dan kawasan mematikan lampu untuk menunjukkan komitmen dan dukungan mereka terhadap penyadaran dan inspirasi aksi pelestarian alam dan keanekaragaman hayati.

Baik #Connect2Earth dan #EarthHour menjadi tren di 33 negara dan mendapat lebih dari 3,5 miliar dukungan di media sosial di seluruh dunia.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi