UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kisah Pengusiran Setan Saat Kunjungan Relikui Jantung St Kamilus di Flores

April 9, 2019

Kisah Pengusiran Setan Saat Kunjungan Relikui Jantung St Kamilus di Flores

Umat Katolik di Keuskupan Ruteng, Nusa Tenggara Timur, terus berdatangan untuk berdoa di hadapan Relikui Jantung Santo Kamilus.

Berikut adalah kisah pengusiran roh jahat oleh Pastor Cyrelus Suparman Andi, MI dari seorang perempuan muda saat devosi kepada St Kamilus de Lellis berlangsung di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 8 April 2019.

Hari ini menjadi hari yang berbeda bagi ziarah jantung St. Kamilus di Indonesia.

Tadi pagi, Relikui Jantung St. Kamilus berada di Gereja Paroki Rejeng, Manggarai. Pada waktu misa dan liturgi pengurapan orang sakit, semua berjalan lancar.

Ketika Misa usai, kami para imam sudah pulang ke sakristi dan pastoran. Sedangkan umat tetap berada dalam gereja dan melanjutkan dengan devosi pribadi di hadapan relikui jantung St. Kamilus. Sedangkan para frater menjaga relikui dan proses venerasi agar berjalan lancar.

Sementara saya istirahat sambil minum air aqua gelas di pastoran, seorang frater memanggil saya. Katanya ada umat yang kesurupan dan minta Romo Andi untuk mendoakannya.

Tanpa bertanya banyak, saya pun mengikuti frater itu menuju gereja. Saya lalu diantar ke seorang ibu muda yang duduk di hadapan relikui jantung St. Kamilus. Di sana dia ditemani suaminya.

Ketika saya tiba, saya tanya ibu itu, “Ibu kenapa…?” Dia bilang, “Saya merasa ketakutan.”

“Ibu merasa apa?” tanyaku lagi.

“Aku merasa, lambungku perih, kemudian saya merasa ketakutan,” katanya.

Lalu suaminya meminta, “Tolong pater (romo) doakan istri saya.”

Untuk mencari tempat yang aman, saya memintanya untuk berdoa di sakristi. Saya membawa air berkat dan minyak pengurapan bersamaku. Saya kemudian menyuruhnya duduk, lalu kami mulai berdoa.

Di saat saya mulai berdoa, dia mulai bergerak aneh dan mengeluh seperti kesakitan. Saya melanjutkan doa saya, dan menumpangkan tangan di kepalanya.

Kemudian dia menggerakan tubuh dan kepalanya terus menerus, sambil mengeluarkan suara merintih seperti kesakitan. Suaminya membantu memegang dia kuat-kuat agar tidak jatuh, sambil saya menumpangkan tangan di kepalanya dan berdoa dengan suara kecil untuk memohon pertolongan dan berkat Tuhan.

Ketika saya melihat wajahnya dan menatap matanya, saya merasa bahwa dia tidak sadar. Dia seperti bukan dirinya sendiri. Saya mulai curiga, jangan sampe ada yang tidak beres dengan dia.

Lalu saya menanyakan namanya. “Siapa namamu?”

Saya jadi kaget ketika dia menjawab, “Saya tidak tau namaku.”

Semakin yakinlah saya bahwa dia kerasukan setan. Setiap kali saya tanya, dia bilang tidak tahu.

Kemudian saya mengancam dia.

“Kalo kamu tidak menjawab saya, saya akan ikat kamu dan bakar dengan api di dalam gereja!”

Kemudian saya tanya lagi, siapa dia. Tetapi dia tidak menjawab siapa namanya. Dia bilang, “Saya malu. Ada orang banyak di sini.”

Mendengar suara saya agak tinggi, dan suara raungannya, banyak umat masuk sakristi. Saya menjadi agak terganggu karena orang semakin banyak dan berdesakan untuk melihat dia. Tapi saya berusaha untuk tetap fokus dan menguasai dia.

Lalu saya tanya terus siapa dia, dari mana dia berasal, usianya berapa. Karena saya terus mendesak dia dan mengancam akan mengikat dan membakarnya, lalu diapun memberitahu kampung asal dan usianya.

Dia mengakui bahwa dia masuk ke dalam tubuh perempuan muda itu karena dia seorang anak yang baik. Bahkan dia ingin masuk ke kandungannya karena dia ingin memakan anak dari ibu muda itu, dan supaya dia tidak bisa mengandung lagi. Dia juga mengakui bahwa dia sudah makan banyak orang di kampung itu, tapi tidak tahu lagi berapa jumlahnya.

Ketika saya mendesak mengapa dia masuk ke ibu itu, dia menjawab, “Saya mau antar dia cepat masuk surga.”

Di situ saya marah dan mengancam bahwa dia tidak punya hak untuk mencabut nyawa ibu muda itu, kecuali Tuhan. Kemudian dia semakin menggelepar dan meliuk-liukkan badannya sambil berteriak-teriak.

Lalu saya bilang dengan suara lantang, “Dalam nama Tuhan, diam kau setan!”

Dan dia langsung diam dan tenang. Semua orang kaget ketika dia tiba-tiba diam.

Tak lama kemudian gerakannya semakin menjadi-jadi sehingga beberapa orang memegangnya dengan kuat.

Kemudian saya bertanya, “Lalu bagaimana caranya supaya kamu keluar dari ibu ini.?”

Dia menjawab, “Kamu bisa menyiram air berkat itu di dahi, perut, dan kaki saya. Dan sebagiannya minum dari dalam. Karena saya takut dengan air [berkat] itu.”

Kemudian, dia juga menyuruh saya untuk ambil daun dan akar bunga yg menjalar di gua maria pastoran. Ketika saya tanya, “Kenapa daun itu?” Dia menjawab, “Karena tumbuhan itu sudah diberkati.” Dia mengajarkan untuk menggosok daun dan akarnya yang sudah diremukkan lalu dioleskan di sekujur tubuhnya, supaya dia bisa keluar.

Setelah beberapa waktu dalam ketegangan, kami tiga imam memakai stola semua lalu menumpangkan tangan dan memerintahkan agar dia keluar.

“Dalam nama Allah Tritunggal Maha Kudus, Bapa Putra dan Roh Kudus, keluarlah engkau Setan!”

Kemudian dia menjerit dua kali, dan tiba-tiba diam.

Lalu ibu muda itu mengangkat mukanya, dan saya tanya lagi, “Siapa namamu.?” Dia berhasil menjawab namanya sendiri.

Barulah kami tahu bahwa dia sudah siuman. Dia kemudian mengenal kami, suaminya dan beberapa orang yang berkumpul di sekelilingnya di situ.

Dia menyampaikan terimakasih kepada kami dan memohon agar tetap mendoakannya. Dia menjadi segar dan tidak takut lagi. Wajahnya cerah, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Dari pengalaman itu, saya semakin yakin bahwa St. Kamilus benar-benar hadir di sini bersama jantungnya, dan setan pun takut dengannya. Air berkat yang telah diberkati pastor adalah air suci yang telah diberkati Tuhan, dan pengalamn ini menjadi saksi bahwa, Setan takut dan tidak berdaya di depan Tuhan melalui air suci itu.

Semoga kita yang lain pun selalu dilindungi Tuhan. Semoga dengan doa-doa St. Kamilus, Tuhan memberikan kita kesehatan dan perlindungan dari yang jahat…. Amin

Pastor Cyrelus Suparman Andi, MI, adalah Rektor Seminari Santo Kamilus, Maumere dan ketua penyambutan Relikui Jantung St Kamelus yang mengunjungi Indonesia, 2-30 April 2019.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi