UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

KWI Memohon Agar Orang Muda ke TPS pada Hari Pencoblosan

April 9, 2019

KWI Memohon Agar Orang Muda ke TPS pada Hari Pencoblosan

Pelajar sekolah menengah mementaskan cheer-leading saat konser yang dihadiri orang muda Katolik di Jakarta pada 6 April. (Foto oleh Katharina R. Lestari/ucanews.com)

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan lima organisasi massa Katolik mengajak orang muda Katolik (OMK) sebagai generasi milenial untuk menggunakan hak suara mereka pada Pilpres dan Pileg.

Sekitar 1.800 OMK menghadiri kegiatan“Millennial Festival” yang diselenggarakan oleh Komisi Kerasulan Awam, Komisi Kepemudaan dan Komisi Pendidikan serta Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pemuda Katolik, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dan Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) pada 6 April di Jakarta Selatan.

Romo Paulus Christian Siswantoko Pr, sekretaris eksekutif Komisi Kerawam KWI, mengatakan kegiatan itu bertujuan untuk mendorong OMK agar pergi ke tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah mereka masing-masing pada hari pemilihan.

“Kami ingin menggaet kaum milenial karena mereka yang banyak menjadi pemilih pemula untuk tahun ini. Maka kami ingin mendampingi, menemani, menyemangati mereka supaya mereka mau ke TPS pada 17 April,” katanya kepadaucanews.com di sela-sela kegiatan tersebut.

“Selama ini mereka kurang tergarap oleh Gereja. Maka kami mengajak teman-teman OMK dari Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Bogor dan Keuskupan Bandung untuk berkumpul di sini selama 3 jam untuk membangun semangat bersama: Kita ini WNI yang harus memberikan suara kita pada pemilihan nanti,” lanjutnya.

Menurut imam yang akrab disapa Romo Koko itu, hasil sejumlah survei menunjukkan bahwa angka golput cukup tinggi. “Kita ingin berpartisipasi dalam menekan angka golput itu dari sisi kaum milenial. Kita berharap mereka menjadi pemilih yang cerdas yang bisa memilih secara rasional dan untuk kemajuan bangsa dan potensi Gereja ke depan juga,” katanya.

Salah satu survei dilakukan pada pertengahan Maret oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS). Hasil survei ini menunjukkan bahwa sekitar 13 juta dari 192 juta pemilih berencana untuk pergi berlibur pada hari pemilihan karena hari pemilihan jatuh hanya selang dua hari sebelum hari libur Jumat Agung.

“Data dari CSIS menjadi penyemangat bagi kami,” kata Romo Koko.

Ketua PP ISKA Hargo Mandirahardjo mengatakan hasil survei CSIS memunculkan keprihatinan di kalangan ormas-ormas Katolik tersebut.

“Kami prihatin betul. Kami, ormas-ormas Katolik, punya tanggung jawab moral untuk mendukung dan menggerakkan anak-anak muda dalam proses Pilpres dan Pileg ini. Pemilu jadikan hal yang fun saja, tidak usah menegangkan. Bukan berhadapan satu sama lain. Tidak. Mari kita gunakan Pemilu sebagai tahun persatuan kita bersama,” katanya kepadaucanews.com.

“Memilih itu keren, memilih itu menunjukkan kita punya tanggung jawab untuk membangun arah bangsa ke depan,” lanjutnya.

Terkait kegiatan tersebut, Hargo menjelaskan bahwa Millennial Festival merupakan gagasan bersama ormas-ormas Katolik berdasarkan pada satu pemikiran bahwa banyak dari generasi milenial adalah pemilih pemula.

“Tentunya kami berharap mereka bisa terlibat aktif dalam proses Pilpres dan Pileg tahun ini karena ini momentum kita. Saya menggugah kebangkitan anak-anak muda untuk jangan golput tapi peduli pada bangsa dan negara ini karena di tangan mereka, arah mereka menentukan bangsa ke depan,” katanya.

Aretas Batan Hianglerak dari Paroki St. Maria Tak Bernoda di Rangkasbitung – yang dilayani oleh Keuskupan Bogor – berjanji untuk menggunakan hak suaranya saat Pilpres dan Pileg mendatang.

“Acara ini sangat bermanfaat sekali, ajakan untuk tidak golput. Kita punya hak suara, kita harus pakai hak suara itu dengan sebaik-baiknya. Mungkin lima menit (yang kita pakai di balik bilik suara) menentukan lima tahun ke depan,” kata remaja berusia 17 tahun itu.

Senada, Lucia Ayu Paratama Putri, remaja berusia 18 tahun dari Paroki Kalvari di Lubang Buaya, Jakarta Timur, menganggap golput sebagai “ketidakpedulian terhadap negara ini.”

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi