UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Fransiskus: Radio Gereja Asia Harus Jadi ‘Suara Orang Miskin’

April 12, 2019

Paus Fransiskus:  Radio Gereja Asia Harus Jadi ‘Suara Orang Miskin’

Para pemimpin Gereja dan para anggota klerus dari seluruh Asia menghadiri perayaan 50 tahun Radio Veritas Asia di Manila pada 11 April. (Foto: Angie de Silva)

Paus Fransiskus menyerukan agar Radio Veritas Asia yang dikelola Gereja Katolik, yang merayakan 50 tahun pada 11 April, membangun masyarakat yang lebih adil dan bersatu.

Dalam pesannya kepada  Radio Veritas Asia (RVA), Sri Paus mengungkapkan harapan bahwa radio itu harus tetap mengikuti misinya untuk menyebarkan Injil dan menjadi “saluran kasih dengan menyuarakan suara orang miskin.”

Paus mengatakan ia berdoa agar organisasi media itu, yang didirikan tahun 1969, akan terus “membangkitkan hati para pendengar kepada Tuhan atas cinta dan kebenaran.”

Ia mendesak para komunikator media Gereja untuk merajut “rantai kasih evangelisasi” agar umat Katolik menjadi sadar terhadap “kesedihan dan kecemasan” banyak orang, khususnya orang miskin.

Uskup Gabriele Caccia, Duta Besar Vatikan untuk Filipina, membacakan pesan paus pada hari pertama dari perayaan sepekan di Universitas Santo Tomas di Manila.

Dalam sambutannya, Uskup Agung Caccia menekankan pentingnya “persatuan dan kesatuan” dalam menyebarkan kebenaran.” 

“Kapan saja kita membangun dalam persekutuan, akan ada hasil yang baik sesuai Injil,” katanya, seraya menambahkan “Gereja adalah misionaris.”

Ia mengatakan radio yang didirikan 50 tahun lalu itu “berada di bawah misi untuk menyebarkan kreativitas, dengan makna baru, tapi selalu menyebarkan Injil.”

“Jika Yesus adalah sabda Tuhan, kita harus mendengar Dia. Kalian tidak bisa melihat radio, tapi kalian bisa mendengar radio itu,” katanya.

“Radio itu mengingatkan kita bahwa kita selalu menjadi pendengar sabda. Jika kita tidak mendengar sabda Yesus, kita tidak berbasis pada kebenaran itu, dan kita tidak bebas,” tambah prelatus itu.

Uskup Agung Gabriele Caccia, Duta Besar Vatikan untuk Filipina, menyampaikan pesan Paus Fransiskus pada peringatan 50 tahun Radio Veritas Asia di Manila pada 10 April. (Foto: Angie de Silva)

Kardinal Luis Antonio Tagle, uskup agung Manila berharap Radio Veritas “melayani kebenaran dan membagikannya.”

Kardinal Charles Maung Bo, uskup agung Yangon, Myanmar, mengatakan radio itu harus “menjadi suara orang yang tak bersuara, yang terlupakan, orang miskin, dan orang terpinggirkan.”

Sejarah radio itu berawal pada tahun 1958 ketika para pemimpin Gereja dari  Asia dan Austalia mendirikan sebuah stasiun untuk Gereja Katolik di Asia untuk menjawab dampak dari komunisme selama Perang Dingin.

Para uskup memilih Filipina sebagai basis radio itu karena negara itu adalah negara Katolik terbesar di Asia.

Proyek itu didukung oleh Kongregasi Ajaran Iman Vatikan, Konferensi Waligereja Jerman, dan berbagai biro bantuan di Eropa.

Siaran percobaan dimulai tahun 1967, dan pada 11 April 1969, siaran keluar negeri pertama via teknologi gelombang pendek dimulai dengan dua pemancar 100 KW.

Radio itu menjadi “simbol harapan dan kebenaran orang Asia” dan berusaha yang terbaik untuk menanggapi tantangan yang diletakan Konsili Vatikan II untuk menggunakan media menjangkau umat Katolik dalam bahasa mereka sendiri.

Dengan pelayanan 22 bahasa, Radio Veritas menjadi sarana Gereja Katolik untuk menjangkau orang seluruh kawasan itu.

Tahun 1986, radio itu berperan penting dalam masa yang paling kritis sejarah Filipina selama “people power revolution” yang mengembalikan demokrasi negara itu.

Tahun 2018, radio itu menghentikan siaran gelombang pendeknya dan pindah ke online dan media sosial.

Dalam sebuah pernyataan, RVA mengatakan pihaknya “ditantang untuk berubah dan memperbaharui diri kami karena kami mendengar kisah Tuhan kepada kami melalui tanda-tanda zaman,” seraya menambahkan bahwa radio itu akan terus memenuhi misinya melalui Internet “untuk mencerahkan jutaan orang di Asia dan orang Asia di seluruh dunia.”

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi