UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Ziarah Relikui St. Yohanes Paulus II Dipadati OMK

April 12, 2019

Ziarah Relikui St. Yohanes Paulus II Dipadati OMK

Umat Katolik di Filipina berbaris dalam antrian untuk memberi penghormatan kepada relikui darah dari St. Yohanes Paulus II saat relikui itu tiba di Propinsi Eastern Samar di Filipina bagian tengah. (Foto: Alren Jerome Beronio)

Relikui darah dari mendiang paus, St. Yohanes Paulus II, menarik banyak orang muda Katolik (OMK) di Keuskupan Agung Palo di Filipina bagian tengah.

Relikui tersebut dibawa dari satu tempat ke tempat lain sebagai bagian dari persiapan perayaan peringatan ke-500 masuknya agama Kristen di Filipina yang akan dirayakan pada 2021.

“Bisa melihat relikui itu untuk pertama kalinya adalah pengalaman yang menyenangkan,” kata Abbie Montablan, seorang frater berusia 21 tahun di Kota Tacloban.

Ia mengatakan kedatangan relikui itu “merupakan inspirasi bagi orang muda, orang muda yang selalu menjadi perhatinan Paus Yohanes Paulus II saat ia masih hidup.”

“Saya sekarang lebih terinspirasi untuk menjadi imam,” kata frater yang tengah menempuh studi di Seminari Hati Kudus di Filipina bagian tengah itu.

Angela Ruby Tiozon, 16, mengatakan ziarah relikui itu merupakan “peluang besar bagi saya untuk menghidupi berbagai ajaran yang saya pelajari dari St. Yohanes Paulus II.”

“Kalimat ‘jangan takut’ dari St. Yohanes Paulus II mengilhami saya untuk melakukan pelayanan di paroki,” kata Samantha Cuero, 16.

Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Filipina pada 1981 dan 1995. Ia dikanonisasi pada 2014.

Relikui dan “Salib Orang Muda Nasional” yang dibuat untuk pelayanan bagi OMK di Filipina bersama-sama dibawa dari satu tempat ke tempat lain pada saat negara itu merayakan Tahun untuk Orang Muda.

Perayaan sepanjang tahun yang dimulai Desember lalu itu mengambil tema “OMK Filipina dalam Misi: Dicintai, Diberkati dan Diberdayakan.”

Perayaan yang disebut oleh para uskup sebagai bagian dari “perjalanan sembilan tahun Evangelisasi Baru” itu akan berakhir pada 24 November 2019, Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.

Juru bicara Keuskupan Agung Palo, Romo Chris Arthur Militante, meminta OMK untuk “menghormati relikui itu saat tiba di paroki mereka.”

Ia mengatakan ziarah relikui dan Salib Orang Muda Nasional itu dilakukan pada “waktu yang tepat karena OMK tengah mengalami banyak kekuatan yang mendorong mereka untuk meninggalkan Gereja.“

Romo Conegundo Garganta, ketua Komisi Kepemudaan, mengatakan ziarah relikui itu “diharapkan menjadi momen untuk menyatukan seluruh komunitas Gereja dan untuk berdoa bersama dan untuk mendoakan OMK.”

Relikui selalu mendapat penghormatan dan perhatian khusus dalam Gereja Katolik karena ada keyakinan bahwa jenazah para orang kudus menjadi instrumen kekudusan mereka.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi