UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Cina Pilih Uskup Pertama Sejak Adanya Kesepakatan dengan Vatikan

April 15, 2019

Cina Pilih Uskup Pertama Sejak Adanya Kesepakatan dengan Vatikan

Pastor Stephen Xu Hongwei, 44, terpilih sebagai uskup koajutor Keuskupan Hanzhong pada 11 April. (ucanews.com)

Gereja Cina baru saja mengadakan pemilihan uskup pertama sejak ditandatanganinya perjanjian antara Vatikan dan Cina tentang penunjukan uskup September tahun lalu.

Keuskupan Hanzhong di provinsi Shaanxi dan Keuskupan Jining di Daerah Otonomi Mongolia Dalam masing-masing memilih seorang uskup coadjutor dan uskup biasa.

Pastor Stephen Xu Hongwei, 44, terpilih sebagai uskup pembantu Hanzhong pada 11 April.

Sebagian besar imam keuskupan itu termasuk Uskup Aloysius Yu Runshen memberikan suara dalam pemilihan, meskipun satu sedang berada di luar kota dan dua orang tidak dijinkan oleh pemerintah.

“Sebelum pemilihan pihak berwenang mengatakan kepada para pemilih bahwa hanya ada satu kandidat. Anda harus memilih dia [Pastor Xu], jika tidak karya misi untuk keuskupan akan dilarang, ” demikian kata seorang Katolik setempat yang hanya mengidentifikasi dirinya seperti yang dikatakan Peter kepada ucanews.com.

Dia mengatakan sekitar 100 polisi dan pejabat pemerintah berada di tempat pemilihan.

“Pemilihan ini di bawah tekanan. Dengan pengaturan oleh pemerintah, para imam dikawal ke hotel tempat pemilihan berlangsung dan dipantau sepenuhnya sampai akhir pemilihan, ”kata Peter.

“Pemilihan ini di bawah tekanan. Di bawah pengaturan pemerintah, para klerus dikawal ke hotel tempat pemilihan berlangsung dan dipantau sepenuhnya sampai akhir pemilihan, ”kata Peter.

Uskup Xi’an Mgr. Anthony Dang Mingyan memimpin pemilihan yang juga dihadiri oleh Pastor Yang Yu, juru bicara Asosiasi Patriotik Katolik Cina (CCPA) dan Konferensi Uskup Gereja Katolik di Cina.

Salah satu sumber lain, John, mengatakan pemilihan itu hanya formalitas karena Pastor Xu ditunjuk oleh paus sebelum perjanjian Cina-Vatikan. Pastor Xu belajar di Roma untuk mendapatkan gelar master dalam bidang teologi dan melayani di Kanada. Peter memuji dia sebagai “berpengetahuan luas dan berani.”

Keuskupan Hanzhong memiliki lebih dari 9.000 umat Katolik yang dipimpin oleh seorang uskup, 24 imam dan delapan biarawati.

Satu sumber gereja mengatakan Uskup Yu, 85, mengatakan kepada pemerintah bahwa ia belum berencana pensiun.

Sementara itu, Keuskupan Jining memilih Pastor Anthony Yao Shun, mantan vikjen Keuskupan, sebagai uskupnya pada 9 April.

Sebuah sumber gereja setempat -yang mengidentifikasi dirinya sebagai Joseph- mengatakan bahwa Pastor Yao adalah satu-satunya kandidat dalam pemilihan yang diselenggarakan oleh Uskup Paul Meng Qinglu dari Hohhot, seorang wakil ketua CCPA di wilayah yang sama.

Joseph mengatakan kepada ucanews.com bahwa pemilihan berlangsung di ruang konferensi hotel dengan hanya anggota gereja, sedangkan anggota United Front Work Department menunggu di luar ruangan untuk hasilnya.

Setelah Uskup Liu Shigong, 90, meninggal pada tahun 2017, pos itu tetap kosong. Joseph mengatakan pemilihan uskup diperlukan untuk keuskupan itu, yang memiliki sekitar 70.000 umat beriman dipimpin oleh 31 imam dan 12 biarawati.

Pastor Yao, yang berusia 50-an, belajar di Amerika Serikat untuk mendapatkan gelar magister dalam liturgi. Dia ditunjuk oleh paus sebelum perjanjian sementara beberapa tahun yang lalu, kata Joseph.

Cina dan Vatikan menandatangani perjanjian sementara yang tidak dipublikasikan tentang penunjukan uskup pada 22 September 2018.

Uskup Meng, seorang wakil ketua CCPA, mengungkapkan kepada media bahwa di bawah perjanjian itu Gereja Cina akan mengusulkan seorang calon ke Vatikan dan Kuria Roma memiliki waktu satu bulan untuk mempelajarinya sebelum penunjukkan dikonfirmasi.

Namun, seorang pengamat gereja yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada ucanews.com bahwa banyak calon uskup telah disetujui oleh Vatikan, sehingga pemilihan tidak ada artinya.

Praktik semacam ini bahkan sudah ada sebelum perjanjian dibuat, tambahnya.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi